Senin Pagi di Malaka Tak Lagi Sekadar Apel, SBS Ingin Pemerintahan Dimulai dengan Disiplin

 

MalakaNews — Senin pagi bagi Pemerintah Kabupaten Malaka diminta tidak berjalan seperti hari-hari biasa.

Ada barisan yang harus dirapikan. Ada informasi yang harus disampaikan. Ada pekerjaan yang harus kembali disatukan dalam satu irama.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka wajib melaksanakan apel pagi setiap Senin, kemudian dilanjutkan dengan coffee morning.

Penegasan itu disampaikan SBS saat memberikan sambutan dalam acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka, yang berlangsung di Pantai Cemara Abudenok, Jumat, 9 Januari 2026.

Bagi SBS, apel pagi bukan sekadar berdiri dalam barisan untuk mendengar arahan pimpinan. Apel menjadi ruang untuk menyatukan langkah, sementara coffee morning menjadi ruang untuk melanjutkan komunikasi secara lebih dekat.

Ia menyoroti masih adanya persoalan kedisiplinan ASN, terutama terkait kehadiran dan kepatuhan terhadap jam kerja. Karena itu, apel pagi diharapkan menjadi salah satu cara memperkuat disiplin sekaligus memastikan setiap aparatur memahami apa yang harus dikerjakan.

Menariknya, SBS menegaskan bahwa apel bukan tempat untuk memarahi pegawai yang sudah rajin.

Justru sebaliknya.

Apel harus menjadi ruang bagi kepala perangkat daerah untuk menyampaikan informasi strategis, kebijakan Bupati dan Wakil Bupati, serta berbagai hal penting yang berkaitan dengan tugas pemerintahan.

Dengan demikian, setiap Senin bukan hanya tentang kehadiran, tetapi tentang informasi yang mengalir, koordinasi yang terbangun dan pekerjaan yang bergerak dalam satu arah.

Di sanalah makna apel pagi menemukan tempatnya.

Sebab pemerintahan tidak cukup hanya dengan gedung-gedung kantor dan meja kerja. Pemerintahan membutuhkan orang-orang yang hadir, mendengar, memahami dan bergerak bersama.

Dan setiap Senin, SBS ingin roda itu kembali diputar dari halaman apel.

Dari barisan pagi menuju meja kerja. Dari secangkir kopi menuju percakapan. Dari percakapan menuju kerja nyata untuk Malaka.

Karena bagi sebuah pemerintahan, disiplin bukan sekadar datang tepat waktu.

Disiplin adalah kesediaan untuk hadir ketika daerah membutuhkan kerja dan pengabdian. **##//