Bupati Malaka Hadir dalam Rapat ASPEKSINDO Bersama KKP, Dorong Penguatan Potensi Laut dan Pesisir

 

JAKARTA, MALAKANEWS — Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, menghadiri Rapat Koordinasi Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang berlangsung di Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 16, Jakarta Pusat, Senin, 28 September 2026.

Rapat yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut mengangkat tema penguatan sinergi pembangunan daerah kepulauan dan pesisir. Forum ini dihadiri para bupati dan wali kota yang tergabung dalam ASPEKSINDO dari berbagai daerah di Indonesia, bersama jajaran pimpinan KKP.

Kehadiran Bupati Malaka dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Malaka memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap daerah pesisir dan perbatasan, sekaligus mendorong pengelolaan potensi kelautan dan perikanan agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Bupati Stefanus Bria Seran memaparkan sejumlah potensi strategis Kabupaten Malaka sebagai daerah yang memiliki posisi penting di kawasan perbatasan.
Malaka memiliki posisi geostrategis karena berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) di wilayah daratan serta memiliki wilayah laut yang mengarah ke Australia. Posisi tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan ekonomi, perdagangan, kelautan dan perikanan.

Selain posisi geografis, Malaka juga memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya yang masih dapat dikembangkan. Potensi tersebut dinilai perlu didukung dengan infrastruktur, sarana produksi serta kebijakan yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.

Salah satu potensi lain yang mendapat perhatian adalah pengembangan garam. Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelumnya telah meninjau empat titik potensial tambak garam di Kabupaten Malaka, yakni di Desa Weoe, Badarai, Kletek dan Lakekun. Potensi tersebut diharapkan dapat mendukung program swasembada garam nasional sekaligus membuka ruang peningkatan ekonomi masyarakat.

Untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan, Pemerintah Kabupaten Malaka juga mengusulkan sejumlah kebutuhan infrastruktur prioritas. Di antaranya pembangunan Pelabuhan Maubesi serta tiga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang direncanakan berlokasi di Kletek, Abudenok dan Maubesi.

Selain infrastruktur, Pemkab Malaka juga mendorong dukungan berupa alat tangkap bagi nelayan serta excavator untuk menunjang produktivitas dan pengembangan kawasan pesisir.

Bupati Stefanus Bria Seran menegaskan, ASPEKSINDO memiliki posisi strategis dalam memperkuat perjuangan daerah kepulauan dan pesisir untuk mendapatkan dukungan kebijakan serta pembangunan yang lebih berpihak pada potensi maritim daerah.

“Malaka memiliki laut yang luas, dari Wewiku hingga Kobalima. Potensi alam kita luar biasa, tetapi pemanfaatannya baru 14 persen. Melalui ASPEKSINDO, kami mendorong agar pemerintah daerah diberikan kewenangan seluas-luasnya untuk mengelola sumber daya laut bagi kesejahteraan masyarakat kepulauan dan pesisir,” ujar Bupati Malaka di sela-sela rapat.

Menurutnya, penguatan kewenangan daerah dalam mengelola potensi laut perlu berjalan seiring dengan dukungan pemerintah pusat, sehingga kekayaan sumber daya kelautan tidak hanya menjadi potensi, tetapi dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat.

Rapat pengurus ASPEKSINDO bersama KKP tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, industri dan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Bagi Kabupaten Malaka, forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membawa kepentingan masyarakat pesisir ke tingkat nasional, terutama dalam memperjuangkan penguatan infrastruktur, peningkatan produktivitas nelayan serta optimalisasi potensi kelautan dan perikanan di wilayah perbatasan.**##//