Wakili Bupati SBS Lantik Pejabat Eselon II-B, HMS Tegaskan: Jabatan Adalah Amanah untuk Melayani Rakyat
BETUN, MalakaNews.com — Sebuah jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan. Di balik kepercayaan yang diberikan, terdapat tanggung jawab untuk bekerja, mengabdi, dan memastikan pelayanan pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, A.Md. (HMS), saat mewakili Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dalam pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II-B di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka.
Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis, 1/10/2026.
Mewakili Bupati SBS dalam momentum tersebut, HMS membawa pesan penting kepada para pejabat yang baru menerima amanah agar tidak memandang jabatan hanya sebagai kedudukan dan kewenangan, tetapi sebagai tanggung jawab untuk menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
HMS menegaskan, aparatur pemerintah harus mampu menghadirkan solusi ketika berada di tengah persoalan masyarakat.
“Kalau kita hadir, kita harus bisa memberikan solusi. Bukan kita hadir untuk membuat masalah,” ujar HMS.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kehadiran pemerintah tidak cukup hanya sebatas hadir secara administratif. Aparatur dituntut mampu melihat persoalan, memahami kebutuhan masyarakat, kemudian bekerja sesuai tugas dan kewenangan untuk mencari jalan keluar.
HMS juga mengingatkan agar jabatan tidak mengubah sikap seorang aparatur. Bertambahnya kewenangan dan tingginya posisi dalam pemerintahan, menurut dia, tidak boleh membuat seorang pejabat menjauh dari semangat pengabdian kepada masyarakat.
Sebaliknya, kepercayaan yang diberikan melalui jabatan harus menjadi dorongan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh, menjaga tanggung jawab, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas.
Pesan tersebut menjadi semakin penting bagi pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik. Sebab, pada level tersebut, kebijakan dan keputusan yang diambil memiliki kaitan langsung dengan penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik.
Karena itu, HMS meminta para pejabat yang baru menerima amanah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Dalam semangat pemerintahan SBS-HMS, jabatan diharapkan tidak berhenti sebagai simbol kedudukan, tetapi menjadi ruang untuk bekerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, seorang pejabat tidak hanya dinilai dari jabatan yang disandang, tetapi dari apa yang dikerjakan setelah kepercayaan itu diberikan.
SBS melalui HMS menegaskan bahwa aparatur harus hadir membawa solusi, bukan menambah persoalan. Sebab ketika jabatan dipandang sebagai amanah, maka melayani rakyat merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kerja nyata.**##//
Editor : eky luan
