PS Malaka Surabaya Runner-Up Sumba Cup 2026, Tatap Duel Kontra Amarasi FC

SURABAYA, MalakaNews.com — Semangat sepak bola anak-anak Malaka di tanah perantauan terus menyala. PS Malaka Surabaya kembali menunjukkan kualitasnya setelah berhasil meraih posisi runner-up Sumba Cup 2026 melalui perjuangan panjang dan penuh tantangan.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa para pemain asal Malaka yang berada di Surabaya mampu menjaga semangat persaudaraan sekaligus membawa nama daerah dalam setiap kompetisi yang diikuti.
Kini, PS Malaka Surabaya kembali dihadapkan pada laga penting. Tim kebanggaan para perantau Malaka itu dijadwalkan menghadapi Amarasi FC pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Pertandingan tersebut direncanakan berlangsung di Lapangan Janti-Waru, Sidoarjo. Namun, hingga saat ini para pendukung masih menunggu kepastian resmi dari panitia terkait jam pertandingan.
Meski jadwal resmi belum diumumkan, kondisi internal PS Malaka Surabaya tetap kondusif. Tim terus menjalani latihan secara intensif untuk mematangkan kondisi fisik, teknik dan strategi menghadapi Amarasi FC.
Asisten Pelatih PS Malaka Surabaya, Maksi bria dan om umbu, menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan serius menghadapi calon lawan.
“Kami telah memetakan setiap langkah lawan,” tegas keduanya.
Menurut mereka, pertandingan melawan Amarasi FC bukan sekadar laga biasa, tetapi menjadi ujian terhadap konsistensi dan kesiapan seluruh pemain.
“Kami melihat laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian konsistensi dan bukti kesiapan tim. Selama ini kami tidak hanya berlatih untuk menang, tetapi berlatih untuk tampil dengan karakter yang kuat dan disiplin tinggi,” ujarnya.
Tim pelatih, lanjut mereka, telah mempelajari pola permainan Amarasi FC, termasuk kekuatan serangan, skema serangan balik hingga kebiasaan permainan lawan di lapangan.
“Kami sudah punya peta jalan untuk menghadapi mereka. Meski jadwal belum keluar, itu tidak akan mengubah persiapan kami. Tim sudah siap bertanding kapan pun panitia menetapkan,” tegasnya.
Mereka memastikan kondisi pemain berada dalam keadaan siap dan mental para pemain telah teruji melalui pertandingan sebelumnya.
“Kami akan tampil dengan permainan yang terstruktur, saling menjaga dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapten PS Malaka Surabaya, Difon Kehi wanibesak, mengatakan bahwa mengenakan kostum PS Malaka Surabaya merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh pemain.
“Kostum yang kita kenakan saat ini adalah kehormatan dan kebanggaan kita bersama,” katanya.
Menurut Difon, para pemain tidak hanya berjuang untuk kepentingan pribadi, tetapi juga membawa nama warga Malaka, baik yang berada di tanah kelahiran maupun di tanah perantauan.
“Bagi saya dan seluruh rekan satu tim, mengenakan kostum PS Malaka Surabaya adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang sangat besar. Kami tidak hanya bermain untuk diri sendiri, tetapi untuk seluruh warga Malaka yang ada di tanah kelahiran maupun di perantauan seperti kami di Surabaya,” ujarnya.
Ia mengakui Amarasi FC merupakan tim yang kuat dan memiliki pengalaman. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pemain PS Malaka Surabaya.
“Kami pun punya semangat yang tak akan pernah padam. Kami berjanji akan berjuang habis-habisan, berlari hingga tetes keringat terakhir dan bertahan sampai peluit akhir berbunyi,” tegas Difon.
Ia juga meminta dukungan dari seluruh keluarga besar, simpatisan dan masyarakat Malaka.
“Kepada seluruh keluarga besar, simpatisan dan warga Malaka, kami mohon doa dan dukungan kalian. Suara dukungan, tepuk tangan dan doa kalian adalah energi terbesar yang membuat kami tetap berdiri tegak di lapangan. Kami berjuang untuk nama Malaka,” katanya.
Dukungan juga datang dari kalangan senior. Marko, yang mewakili para senior, mengingatkan para pemain agar tidak kehilangan semangat dan tetap percaya diri menghadapi laga tersebut.
“Lihat api di mata kalian. Itulah kekuatan kita,” ujarnya.
Menurut Marko, para pemain muda telah menunjukkan bahwa kerja keras, persaudaraan dan semangat pantang menyerah mampu membawa PS Malaka Surabaya melangkah hingga sejauh ini.
“Sebagai senior, saya berdiri di sini bukan untuk memberi perintah, melainkan untuk memberi semangat dan merasa bangga. Saya melihat di mata kalian api yang sama seperti dulu—api semangat orang Malaka yang tak kenal kata menyerah,” katanya.
Ia meminta para pemain tidak gentar menghadapi Amarasi FC dan tetap menjaga persatuan hingga pertandingan berakhir.
“Keberhasilan bukan hanya diukur dari piala yang diangkat, tetapi dari seberapa jujur dan berani kalian berjuang sampai detik terakhir. Teruslah melaju. Kami para senior selalu berdiri di belakang kalian, mendoakan, mendukung dan bangga atas setiap langkah yang kalian ambil,” ungkapnya.
Antusiasme para pendukung PS Malaka Surabaya pun semakin meningkat menjelang pertandingan. Sejumlah perantau Malaka dari berbagai daerah diharapkan dapat hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada tim.
Selain dukungan masyarakat, harapan juga diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Malaka agar memberikan perhatian terhadap perkembangan sepak bola anak-anak Malaka di tanah perantauan.
Dukungan tersebut dinilai penting agar para pemain terus mendapatkan motivasi untuk berprestasi sekaligus membawa nama Malaka dalam berbagai kompetisi.
Kini, seluruh keluarga besar PS Malaka Surabaya masih menunggu kepastian resmi dari panitia terkait waktu pelaksanaan pertandingan.
Satu hal yang pasti, PS Malaka Surabaya telah menyatakan kesiapannya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, semangat pemain yang tetap terjaga dan dukungan masyarakat Malaka, laga kontra Amarasi FC pada 11 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum bagi PS Malaka Surabaya untuk kembali menunjukkan karakter permainan dan semangat juang anak-anak Malaka.
Nama Malaka dibawa ke lapangan. Perjuangan dimulai dari peluit pertama hingga akhir pertandingan.**##//
Editor : Eky luan
