PS Malaka Surabaya dan Tim Pelatih PS MALAKA NTT Eratkan Persaudaraan di era Piala Soeratin Nasional 2026

 

SURABAYA, 081026— Di bawah langit malam yang jernih di Lapangan Olahraga Jelidro, sebuah momen berharga tercipta yang jauh melampaui sekadar sebuah pertandingan sepak bola. Ketika PS Malaka Surabaya, tim yang lahir dari semangat anak-anak perantau dari Kabupaten Malaka yang bermukim di tanah Jawa, bersalaman dengan Tim Gabungan Pelatih U13 dan U15 PS Malaka NTT yang hadir khusus di Surabaya untuk mengikuti ajang bergengsi Piala Soeratin Nasional 2026, yang terjalin bukanlah persaingan, melainkan ikatan persaudaraan yang semakin kokoh.

 

Kehadiran para pelatih dari tanah kelahiran di tengah kesibukan mengikuti turnamen nasional ini disambut dengan sukacita yang luar biasa. Puluhan simpatisan, orang tua, tokoh masyarakat, dan pencinta sepak bola berkumpul di pinggir lapangan, menyaksikan dua tim yang mengenakan lambang yang sama — PS Malaka — berjuang di atas rumput hijau, bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk saling menguatkan, saling belajar, dan saling mengingatkan bahwa di mana pun kita berada, kita tetap satu Keluarga Besar

 

Sepanjang pertandingan berlangsung, PS Malaka Surabaya tampil dengan semangat yang membara. Pemain-pemain muda ini berlari dengan hati, membuktikan bahwa meski ribuan kilometer memisahkan kita dari tanah kelahiran, cinta dan kebanggaan terhadap nama MALAKA tak pernah pudar. Mereka tampil berani, tidak malu menunjukkan kemampuan terbaik mereka, karena mereka tahu, malam ini merupakan banyak mata dari tanah kelahiran yang memperhatikan dan menyaksikan.

Di sisi lain, tim gabungan Pelatih PS Malaka- NTT tampil dengan kedewasaan dan pengalaman yang menginspirasi. Setiap gerakan, setiap umpan, dan setiap arahan di lapangan Jelidro (Surabaya Barat) menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda PS Malaka Surabaya. Mereka tidak bermain untuk sekadar menang — mereka bermain untuk dibimbing, untuk berbagi, dan untuk menunjukkan bahwa pengalaman adalah guru terbaik yang bisa diturunkan dari para pemain senior kepada PS Malaka Surabaya.

 

Peluit akhir pun berbunyi. Tim gabungan pelatih PS Malaka NTT keluar sebagai pemenang. Namun saat itu, tak ada sorak kemenangan yang meninggikan satu pihak dan merendahkan pihak lain. Yang terjadi justru pelukan hangat, jabat tangan yang tulus, dan senyum lebar di wajah setiap orang. Karena semua yang hadir di sana memahami kebenaran yang sederhana: Malam ini tidak ada yang kalah. Yang menang adalah persatuan kita semua menuju PS Malaka lebih solid lagi.

 

“Kami datang ke Surabaya untuk Piala Soeratin Nasional 2026. Namun kami merasa, tugas terpenting kami sebelum bertanding adalah menemui saudara-saudara kami di sini. Anak-anak Surabaya, kalian adalah kebanggaan kami. Jangan pernah merasa sendirian. Di Malaka, di rumah kita, selalu ada doa dan dukungan untuk kalian. Mari kita bangun sepak bola kita bersama — dari Malaka hingga tanah Jawa — karena kita satu darah, satu nama, satu harapan,” ujar ketua rombongan pelatih PS Malaka NTT dengan suara yang penuh haru.

 

Sementara itu, ketua PS Malaka Surabaya Divon Kehi menyambut dengan kata

“Terima kasih para senior/ Pelatih yang telah hadir di tengah kesibukan kalian. Kehadiran kalian memberi kami kekuatan yang tak ternilai harganya. Kami PS Malaka Surabaya akan terus menjaga nama baik Malaka. Kami akan berjuang agar setiap orang tahu bahwa anak-anak dari Malaka memiliki semangat yang tak pernah padam. Mari kita saling mendukung — kalian di sana, kami di sini — agar nama PS Malaka semakin harum di kancah sepak bola nasional.”

 

Pertandingan ini menjadi bukti nyata bahwa jarak hanyalah batas di peta, namun tidak di hati. Bahwa PS Malaka bukan sekadar nama di jersey, melainkan sebuah rumah besar yang menampung semua anak Malaka, di mana pun mereka berada.

 

Kepada Pemerintah Kabupaten Malaka, kami memohon dukungan dan perhatian yang lebih besar lagi. Di Surabaya berdiri putra-putri daerah yang tetap memegang teguh identitas dan kebanggaan mengharumkan nama PS Malaka. Kami berjuang tanpa fasilitas yang memadai, namun dengan semangat yang tak pernah surut. Dukungan terhadap PS Malaka Surabaya bukan sekadar mendukung sebuah tim — melainkan mendukung harapan anak-anak perantau agar tetap mencintai tanah kelahiran. Dukungan ini adalah investasi untuk masa depan generasi muda Malaka yang bersatu, berprestasi, dan tidak terputus dari akarnya.

 

Semoga pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, saling mendukung tanpa pamrih, membina generasi muda bersama, dan membuktikan kepada dunia bahwa: Kita adalah satu keluarga besar Malaka — yang saling menguatkan, yang saling membanggakan, dan yang akan terus maju bersama di ajang Dunia sepak Bola yang selalu mengharumkan nama PS Malaka

 

Satu Malaka, Satu Semangat, Satu Tujuan. Maju terus PS Malaka, di mana pun kita berada!

 

#ManuMeo

#PsMalaka

#CreatedMarko

 

Editor : Eky luan