GEBRAKAN SBS–HMS GUNCANG PUSAT! Bedah Rumah Warga Miskin Ekstrem di Malaka Akhirnya Dilirik Jakarta

Malaka, Malakanews.com – Inisiatif bedah rumah bagi warga miskin ekstrem yang digerakkan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) mulai membuahkan hasil nyata di tingkat nasional.
Per Selasa, 7 April 2026, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman membuka peluang penyaluran bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, dengan prioritas khusus di Kabupaten Malaka.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa gerakan kemanusiaan yang selama ini digerakkan secara swadaya oleh SBS dan HMS mampu menggugah perhatian pusat terhadap realitas kemiskinan ekstrem di wilayah perbatasan.
Wakil Bupati Malaka, HMS, menegaskan bahwa program bedah rumah yang dijalankan selama ini bukan sekadar program simbolik, melainkan aksi nyata yang lahir dari kepedulian terhadap rakyat kecil.
“Bedah rumah selama ini, kalau tidak salah, sudah ada enam unit rumah yang dibangun menjadi layak huni,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026).
Saat ini, pemerintah daerah melalui tim dari Dinas PUPR bidang perumahan tengah mempercepat pendataan rumah tidak layak huni milik warga miskin ekstrem. Data tersebut akan diusulkan ke pemerintah pusat sebagai penerima bantuan RTLH.
Menurut HMS, keterlibatan pemerintah pusat menjadi sangat krusial mengingat keterbatasan fiskal daerah serta keterbatasan skema bantuan swadaya yang selama ini berjalan.
“Bantuan ini tentu sangat membantu pemerintah daerah, khususnya dalam menjangkau lebih banyak masyarakat miskin ekstrem yang tidak mampu membangun rumah layak huni,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa meskipun gerakan bedah rumah mendapat dukungan dari berbagai pihak, kebutuhan riil di lapangan jauh melampaui kemampuan pembiayaan yang tersedia saat ini.
Gerakan yang diinisiasi SBS–HMS ini pun kini menjadi simbol harapan baru—bahwa kepemimpinan yang berpihak dan tindakan nyata mampu mengetuk pintu perhatian pusat, sekaligus membuka jalan bagi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Malaka.**##//
Editor : Eky luan






