Dari Ilmu ke Aksi: Dokter SBS Wujudkan Hemodialisa Gratis di Malaka

 

 

Malaka, MalakaNews.com – Dari pengetahuan yang lahir di ruang-ruang medis, kini menjelma menjadi kebijakan yang menyentuh kehidupan. Di bawah kepemimpinan Stefanus Bria Seran (SBS)—seorang dokter yang memahami denyut penderitaan pasien—bersama Henri Melki Simu (HMS), layanan hemodialisa (cuci darah) gratis bagi warga Malaka mulai dihadirkan sebagai wujud nyata kepedulian.

Langkah ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan perpanjangan dari nurani seorang dokter yang mengerti arti waktu bagi pasien. Dalam setiap tindakan hemodialisa, tersimpan harapan yang dijaga, kehidupan yang dipertahankan, serta doa-doa yang selama ini terucap dalam diam kini menemukan jawabannya.

Peran Direktur RSUPP Betun, Oktelin Kurniawati Kaswadie, turut menjadi simpul penting dalam menghadirkan layanan ini. Dengan ketulusan dan komitmen, ia menggerakkan pelayanan bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai panggilan kemanusiaan yang lahir dari kepedulian yang mendalam.

Sebelumnya, perjalanan menuju Atambua atau Kupang menjadi bagian dari perjuangan panjang yang melelahkan. Jarak yang jauh, biaya yang menghimpit, serta tenaga yang terkuras menjadi cerita yang berulang. Kini, pelayanan itu hadir lebih dekat—seolah jarak dipangkas, dan beban perlahan diringankan.

Kehadiran layanan ini menjadi cerminan sinergi antara ilmu, kepemimpinan, dan kepedulian. Di bawah SBS–HMS, pelayanan kesehatan tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga diperkaya dengan empati, menghadirkan rasa aman bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hemodialisa gratis ini bukan sekadar program. Ia adalah jembatan harapan, ruang bagi kehidupan untuk terus berlanjut, serta bukti bahwa kebijakan dapat lahir dari hati yang memahami. Di balik setiap keputusan, ada keberanian untuk berpihak dan kesungguhan untuk melayani.

Hari ini, Malaka tidak hanya bergerak maju, tetapi juga bergerak dengan rasa. Dan dari langkah kecil yang berarti ini, harapan itu tumbuh—hidup, dekat, dan nyata di tengah masyarakat.**##//

 

Editor : Eky luan