Gempa Flores Ganggu Ekonomi Warga, Bank NTT Siapkan Dua Skema Keringanan Kredit

KUPANG, MalakaNews.com – Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores tidak hanya meninggalkan kerusakan pada permukiman warga, tetapi juga ikut mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bank NTT yang menyiapkan skema keringanan kredit bagi debitur yang terdampak langsung bencana.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan pihaknya menyiapkan dua pilihan relaksasi kredit bagi debitur terdampak. Keringanan tersebut berupa penundaan pembayaran pokok kredit atau penangguhan pembayaran pokok sekaligus bunga.
“Skemanya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing debitur serta ketentuan yang berlaku,” kata Charlie.
Bank NTT sebelumnya telah melakukan pendataan awal terhadap nasabah yang terdampak gempa. Dari hasil identifikasi sementara, terdapat sekitar 52 hingga 53 debitur yang masuk dalam kategori terdampak bencana.
Meski demikian, hingga Senin, 7 September 2026, belum ada debitur yang secara resmi mengajukan permohonan fasilitas relaksasi kredit tersebut.
Bank NTT memastikan ruang bagi debitur terdampak tetap terbuka. Kebijakan tersebut disiapkan agar nasabah memiliki waktu untuk memulihkan usaha dan membangun kembali sumber pendapatan yang terganggu akibat bencana.
Dampak gempa tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman. Aktivitas perdagangan dan usaha kecil masyarakat juga ikut terdampak. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kemampuan sebagian pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban kredit.
Karena itu, Bank NTT akan terus memantau kondisi debitur terdampak serta melakukan koordinasi sesuai mekanisme penanganan kredit akibat bencana. Melalui skema relaksasi tersebut, debitudiharapkan dapat lebih leluasa memprioritaskan proses pemulihan ekonomi sebelum kembali menjalankan kewajiban pembayaran kredit secara normal.**##//
