Bupati SBS Buktikan Program Pembinaan SSB Berbuah Prestasi, PS Malaka Bawa Nama NTT ke Panggung Nasional
MALAKA, MalakaNews.com — Program pembinaan sepak bola usia muda melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Malaka mulai menunjukkan hasil. Dari lapangan-lapangan pembinaan di daerah, anak-anak Malaka kini mampu menembus persaingan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga membawa nama daerah ke panggung sepak bola nasional.
Keberhasilan PS Malaka U-13 dan U-15 melaju sebagai wakil NTT dalam putaran nasional Piala Soeratin 2026 menjadi salah satu gambaran dari proses pembinaan sepak bola usia muda yang terus dibangun di Kabupaten Malaka.
Perjalanan tersebut tidak terjadi secara instan. Ada proses panjang yang dimulai dari pembinaan anak-anak melalui SSB, kompetisi tingkat kabupaten, persaingan tingkat provinsi hingga akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.
Program pembinaan tersebut mendapat perhatian dalam kepemimpinan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) yang menempatkan pengembangan generasi muda dan olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Melalui pembinaan usia dini, anak-anak Malaka diberikan ruang untuk mengembangkan bakat sepak bola sekaligus belajar disiplin, kerja sama, sportivitas dan tanggung jawab.
Dari sinilah SSB menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sepak bola Malaka.
Anak-anak yang sebelumnya hanya bermain sepak bola di lingkungan sekolah, desa atau kecamatan mendapatkan ruang pembinaan yang lebih terarah. Mereka kemudian dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi dan diseleksi menjadi bagian dari tim yang membawa nama Kabupaten Malaka.
Dari SSB menuju PS Malaka, dari Kabupaten Malaka menuju Provinsi NTT, dan dari NTT kini menuju panggung nasional.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola membutuhkan proses yang berkelanjutan dan kerja bersama banyak pihak.
Di bawah kepemimpinan Bupati SBS dukungan terhadap pengembangan olahraga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang positif bagi generasi muda Malaka. Sepak bola tidak hanya dilihat sebagai pertandingan, tetapi juga sebagai sarana membentuk karakter dan membuka peluang bagi anak-anak daerah untuk berkembang.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran Ketua PSSI Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, dalam mengawal organisasi dan perkembangan sepak bola di daerah.
PSSI Malaka menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan pembinaan dan kompetisi sepak bola berjalan sehingga pemain-pemain usia muda memiliki jalur untuk berkembang dari tingkat daerah menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Sementara itu, Direktur PS Malaka,dr.Dion Bria Seran, juga terus memberikan perhatian langsung kepada para pemain.
Dion tidak hanya berada di belakang pengelolaan tim. Dalam berbagai kesempatan persiapan dan pertandingan, ia hadir di pinggir lapangan memberikan semangat dan motivasi kepada pemain.
Kehadirannya menjadi bagian dari upaya menjaga mental pemain, terutama ketika anak-anak harus menghadapi pertandingan dengan tekanan dan persaingan yang semakin tinggi.
Bagi pemain usia muda, dukungan seperti itu menjadi penting. Mereka tidak hanya membutuhkan latihan teknis, tetapi juga dorongan mental agar berani bermain, percaya kepada kemampuan sendiri dan tetap menjaga sportivitas.
Karena itu, keberhasilan PS Malaka U-13 dan U-15 bukan hanya milik pemain.
Di baliknya ada para pelatih yang melatih setiap hari, SSB yang menjadi tempat awal pembinaan, PSSI yang mengawal kompetisi, orang tua yang memberikan dukungan, pemerintah daerah yang memberikan perhatian, serta masyarakat Malaka yang terus memberikan dukungan moral.
BUPATI SBS mengapresiasi perjuangan anak-anak PS Malaka yang telah bekerja keras hingga mampu membawa nama Malaka dan NTT ke tingkat nasional.
Menurut SBS, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan karena anak-anak Malaka tidak hanya bermain untuk dirinya sendiri, tetapi membawa nama daerah dan masyarakat Malaka.
BUPATI SBS juga mengajak seluruh masyarakat Malaka untuk memberikan dukungan dan doa kepada para pemain yang akan menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Doa dan dukungan masyarakat, menurutnya, menjadi kekuatan moral bagi anak-anak yang sedang berjuang membawa nama Malaka dan NTT.
Bupati SBS mendorong agar generasi muda memiliki ruang untuk berkembang melalui kegiatan positif, termasuk olahraga.Program pembinaan SSB menjadi salah satu ruang tersebut.
Jika pembinaan dilakukan secara konsisten, maka lapangan-lapangan sepak bola di Malaka tidak hanya melahirkan pemain untuk pertandingan lokal, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya talenta yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
Kini hasil dari proses tersebut mulai terlihat.
PS Malaka U-13 dan U-15 telah membawa nama NTT dalam putaran nasional Piala Soeratin 2026. Mereka akan menghadapi tim-tim dari berbagai daerah dalam kompetisi nasional sebelum mengarahkan langkah menuju putaran final yang dijadwalkan berlangsung pada 10–18 Oktober 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Perjalanan dari Malaka menuju IKN menjadi lebih dari sekadar perjalanan sebuah tim sepak bola.
Ini adalah perjalanan pembinaan.
Dimulai dari SSB, berkembang melalui kompetisi tingkat Kabupaten Malaka, menembus Provinsi NTT dan akhirnya membawa nama NTT ke panggung nasional.
BUPATI SBS memberikan ruang, SSB menjadi fondasi, PSSI mengawal pembinaan, pelatih menempa kemampuan, Dion terus memberikan semangat dari pinggir lapangan, dan anak-anak Malaka berjuang membuktikannya di atas lapangan.**##//
Edition : EKY LUAN
