Bupati SBS Tegaskan, Diam Bukan Cara Memimpin Saat Anak Buah Berbuat Salah
MALAKA, MalakaNews.com — Menjadi seorang kepala bukan sekadar soal menduduki kursi jabatan. Di balik posisi itu ada tanggung jawab untuk melihat pekerjaan bawahan, mendengar persoalan dan mengambil sikap ketika menemukan sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka yang berlangsung di Pantai Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Sabtu, 19/9/2026.
Bupati SBS mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar memahami secara baik tugas, fungsi dan kewenangan yang melekat pada jabatan masing-masing.
Menurut SBS, seorang kepala harus mengetahui apa yang dilakukan oleh anak buahnya. Ketika menemukan kesalahan, pimpinan tidak boleh memilih untuk diam.
Kalau anak buah salah, harus ditegur supaya dia tahu bahwa yang dilakukan itu salah dan dapat diperbaiki.
Bagi SBS, teguran merupakan bagian dari tanggung jawab kepemimpinan. Bawahan perlu diarahkan agar memahami kesalahannya dan kembali menjalankan pekerjaan sesuai tugas serta ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, ketika seorang kepala mengetahui anak buah melakukan kesalahan tetapi tidak memberikan teguran, bawahan bisa tidak mengetahui bahwa tindakannya keliru.
Karena itu, SBS menekankan bahwa seorang kepala harus mampu melihat, mendengar dan meluruskan.
Pimpinan tidak cukup hanya menunggu laporan di belakang meja. Kepala harus mengetahui keadaan di lingkungan kerja dan memahami bagaimana tugas dijalankan oleh jajaran di bawahnya.
Bupati SBS juga mengingatkan bahwa tidak ada tugas yang tidak baik. Setiap posisi dalam organisasi telah disusun untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
“Organisasi itu telah diseting oleh para pakar untuk kepentingan pelaksanaan tugas di bidang pemerintahan, bidang pembangunan, bidang kemasyarakatan,” ujar SBS.
Karena itu, SBS meminta para pejabat menerima jabatan yang dipercayakan dengan sukacita. Berbagai nasihat yang diberikan hendaknya menjadi motivasi sekaligus pemicu dalam menjalankan tugas sehari-hari.
SBS menyampaikan proficiat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Kepercayaan tersebut, menurutnya, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta menjadi kesempatan untuk memberikan pengabdian terbaik sesuai bidang tugas masing-masing.
Dalam kesempatan itu, SBS juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu A.Md. yang tetap berupaya hadir dalam acara pelantikan meskipun sebelumnya berada di luar daerah.
Bagi SBS, kehadiran Wakil Bupati dalam momentum tersebut merupakan sesuatu yang luar biasa karena menunjukkan upaya untuk tetap bersama dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Pelantikan ini akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menempati jabatan baru.
Lebih jauh, ada tanggung jawab kepemimpinan yang harus dijalankan.
Seorang kepala harus berani melihat, berani mendengar dan berani menegur ketika anak buah melakukan kesalahan.
Sebab memimpin bukan berarti membiarkan semua berjalan begitu saja.
Memimpin berarti memastikan pekerjaan berjalan benar, bawahan mengetahui kesalahannya dan setiap tugas kembali pada tujuan yang telah ditetapkan.**##//
Editor : Eky luan
