Pesan Keras HMS untuk Pejabat Malaka: Lihat, Dengar, Luruskan yang Salah

 

MALAKA, MalakaNews.com — Jabatan bukan sekadar nama yang tertulis di papan ruangan. Di balik sebuah jabatan ada kewenangan, tanggung jawab dan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja.

 

Pesan itulah yang disampaikan Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu A.Md. (HMS) kepada para pejabat yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka.

 

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji tersebut berlangsung di Pantai Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Sabtu, 19/9/ 2026.

 

HMS meminta para pejabat memahami secara utuh tugas, fungsi serta kewenangan masing-masing. Jangan sampai jabatan hanya dipahami sebagai posisi, sementara tanggung jawab yang melekat di dalamnya justru diabaikan.

 

Bagi HMS, seorang pejabat harus mampu membaca keadaan di lingkungan kerjanya. Tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun melihat persoalan, mendengar masukan dan memastikan setiap masalah mendapat perhatian.

 

Lihat. Dengar. Lalu luruskan yang salah.

Pesan itu menjadi penekanan HMS agar para pejabat tidak membangun jarak dengan persoalan yang terjadi di lingkungan pemerintahan.

 

Sebab, banyak persoalan tidak selalu datang melalui laporan resmi. Ada yang harus ditemukan dengan melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar orang-orang yang menjalankan pekerjaan sehari-hari.

 

HMS juga mengingatkan para pejabat agar bekerja dengan hati. Kepercayaan yang diberikan melalui jabatan harus diterima sebagai amanah, disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

 

Menurutnya, seorang pejabat harus mampu menjadi contoh bagi bawahannya.

 

Keteladanan tidak cukup disampaikan lewat kata-kata. Ia harus terlihat dalam disiplin, tanggung jawab dan kesungguhan menjalankan pekerjaan.

 

Karena itu, HMS mengingatkan pentingnya kehadiran pejabat di kantor. Pimpinan harus menunjukkan terlebih dahulu budaya kerja yang diharapkan dari bawahannya.

 

Jika pimpinan disiplin, bawahan memiliki contoh. Jika pimpinan bertanggung jawab, bawahan mengetahui bagaimana amanah harus dijalankan.

Di sinilah jabatan menemukan maknanya.

 

Bukan pada kursi yang diduduki, bukan pula pada kewenangan yang dimiliki, tetapi pada apa yang dikerjakan setelah kepercayaan itu diberikan.

 

Para pejabat yang baru dilantik kini memiliki tanggung jawab untuk membuktikan amanah tersebut melalui kerja nyata di lingkungan tugas masing-masing.

 

Pemerintahan membutuhkan pejabat yang hadir, mau mendengar dan berani memperbaiki ketika menemukan sesuatu yang keliru.

 

Sebab bagi rakyat, ukuran sebuah jabatan sederhana: ketika pemerintah dibutuhkan, pejabat harus hadir; ketika ada persoalan, harus didengar; dan ketika ada yang salah, harus diluruskan. **##//