Polisi Masuk Sekolah, 116 Siswa SMPN Tualaran Diingatkan: Jangan Rusak Masa Depan dengan Bullying, Narkoba dan Tawuran
MALAKA, MalakaNews.com — Sebanyak 116 siswa SMP Negeri Tualaran, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, mendapat pesan tegas dari jajaran kepolisian untuk menjaga diri dan tidak terjerumus dalam berbagai bentuk kenakalan remaja.
Pesan tersebut disampaikan Ps. Kapolsubsektor Botin Leobele, Aipda Deni Sugama, saat menjadi Pembina Upacara Bendera di SMP Negeri Tualaran, Dusun Welakekun, Desa Kereana, Senin (5/10/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA itu dihadiri Kepala SMP Negeri Tualaran Adolfus Melkianus Fallo, S.Pd., Gr, para guru dan staf, serta seluruh siswa.
Dalam amanatnya, Aipda Deni menekankan pentingnya membangun kedisiplinan sejak usia sekolah.
Ia mengingatkan siswa untuk disiplin datang ke sekolah, mengerjakan tugas, menaati guru dan orang tua, serta membiasakan diri bertanggung jawab terhadap setiap tindakan.
“Disiplin itu kunci sukses. Kalau kalian disiplin sejak SMP, maka masa depan kalian akan lebih tertata,” pesannya.
Tidak hanya soal disiplin, para siswa juga secara khusus diingatkan untuk menjauhi bullying, narkoba, tawuran dan pergaulan bebas.
Aipda Deni meminta siswa berani menolak apabila diajak melakukan tindakan negatif dan segera melapor kepada guru atau orang tua apabila menghadapi persoalan.
“Jangan sampai satu kesalahan kecil merusak masa depan kalian. Kalau ada teman yang mengajak ke hal negatif, berani bilang tidak dan laporkan kepada guru atau orang tua,” tegasnya.
Jangan Salah Gunakan Media Sosial
Perhatian juga diberikan terhadap penggunaan telepon seluler dan media sosial di kalangan pelajar.
Para siswa diminta memanfaatkan HP untuk hal-hal positif, terutama mendukung proses belajar, bukan untuk menyebarkan berita bohong, menghina orang lain atau mengikuti aktivitas di media sosial yang tidak jelas.
Para pelajar juga diajak menjadi generasi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
“Jadilah generasi yang cerdas digital,” pesannya.
Di hadapan para siswa, Aipda Deni juga mengajak mereka mencintai tanah air dan menghormati Bendera Merah Putih sebagai simbol perjuangan para pahlawan.
Ia mengingatkan bahwa cara pelajar menghargai perjuangan para pahlawan bukan hanya melalui upacara, tetapi juga dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi dan menjadi generasi yang berguna bagi bangsa.
Menutup amanatnya, ia menitipkan tiga pesan sederhana kepada para siswa, yakni “Belajar, Berdoa, Berbakti.”
Belajar untuk masa depan, berdoa agar setiap cita-cita dimudahkan, serta berbakti kepada orang tua dan guru.
Kegiatan upacara berakhir sekitar pukul 08.00 WITA. Seluruh rangkaian berjalan aman, lancar dan kondusif. Para siswa juga mengikuti upacara dengan tertib dan antusias mendengarkan amanat pembina upacara.
Pihak SMP Negeri Tualaran menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polri dan berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, minimal satu kali dalam sebulan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat komunikasi antara pihak kepolisian dan sekolah sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mencegah kenakalan remaja di kalangan pelajar.**##//
