PS Malaka U-13 Tahan Gaspa 1958 2-2 di Piala Soeratin Nasional 2026, Anak-anak Malaka Tunjukkan Mental Pantang Menyerah
SURABAYA, MalakaNews.com — Anak-anak PS Malaka U-13 kembali menunjukkan bahwa keberanian dan kerja keras mampu menjadi modal penting ketika berhadapan dengan tim-tim kuat di panggung nasional.
Dalam laga Piala Soeratin Nasional 2026 di Surabaya,Minggu 4/10/2026,PS Malaka U-13 berhasil menahan imbang Gaspa 1958 dengan skor 2-2.
Hasil imbang tersebut menjadi catatan penting bagi skuad muda asal Kabupaten Malaka yang datang ke Surabaya membawa nama Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pertandingan berlangsung dengan persaingan yang ketat. Kedua tim sama-sama berusaha membangun serangan dan mencari celah untuk mencetak gol.
PS Malaka tidak tampil dengan rasa minder.
Anak-anak muda dari tanah Malaka itu justru menunjukkan keberanian dalam menghadapi lawan. Mereka berusaha memainkan bola, membangun serangan dan memberikan tekanan ketika mendapatkan kesempatan.
Dua gol berhasil diciptakan PS Malaka, sementara Gaspa 1958 juga mampu mencetak dua gol hingga pertandingan berakhir dengan skor sama kuat, 2-2.
Bagi PS Malaka, hasil ini bukan sekadar angka di papan skor.
Ada perjuangan yang terlihat dari setiap pemain yang terus berlari mengejar bola, bertahan ketika ditekan dan berusaha mencari peluang ketika mendapatkan ruang.
Inilah sepak bola usia muda.
Bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang bagaimana anak-anak belajar menghadapi tekanan, membaca permainan, bekerja sama dan memiliki keberanian untuk tampil di level yang lebih tinggi.
PS Malaka U-13 sebelumnya berhasil menjadi juara di tingkat regional NTT dan kemudian mendapat kesempatan membawa nama NTT ke seri nasional Piala Soeratin 2026 di Surabaya.
Kini, pengalaman demi pengalaman terus dikumpulkan.
Laga melawan Gaspa 1958 menjadi salah satu proses penting bagi pemain muda Malaka untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka ketika berhadapan dengan tim dari luar NTT.
Imbang 2-2 bukan akhir. Justru ini menjadi bekal untuk melangkah ke pertandingan berikutnya.
Masih ada pertandingan yang harus diperjuangkan. Masih ada peluang untuk memperbaiki kekurangan dan menunjukkan permainan yang lebih baik.
Dari tanah Malaka, anak-anak ini datang membawa satu nama besar: Nusa Tenggara Timur.
Mereka mungkin masih muda.
Tetapi keberanian mereka di lapangan menunjukkan bahwa mimpi untuk berkembang dan bersaing di level nasional sudah mulai tumbuh.
Hari ini belajar. Besok berjuang lebih keras. Dan suatu saat nanti, semoga nama-nama muda dari Malaka kembali berdiri membawa harum nama daerah di panggung sepak bola yang lebih tinggi.
Tetap semangat, anak-anak Malaka.
Skor boleh imbang, tetapi perjuangan tidak boleh berhenti.**##//
Editor : Eky luan
