Tanggul Oanmane Masih Kokoh, Warga Rasakan Manfaat dan Minta Pembangunan Dilanjutkan
MALAKA, MalakaNews.com — Sebelum tanggul dibangun pada 2025, masyarakat Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, harus menghadapi kesulitan setiap kali banjir melanda. Luapan air mengancam permukiman dan lahan pertanian, bahkan menyebabkan warga mengalami kerugian. Kini, setelah tanggul dibangun, masyarakat mulai merasakan perubahan dan menikmati rasa aman saat musim hujan tiba.
Tanggul sepanjang kurang lebih satu kilometer tersebut masih berdiri utuh dan kokoh setelah menghadapi musim hujan. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada hasil pertanian dan perkebunan.
Manfaat pembangunan ini juga dirasakan langsung oleh tokoh adat Oanmane, 28 – oktober 2026, Helmut mengungkapkan bahwa masyarakat merasakan manfaat tanggul, terutama karena hasil perkebunan dapat terjaga hingga panen. Ia juga berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pembangunan tanggul agar perlindungan bagi masyarakat semakin luas.
Harapan tersebut sejalan dengan keinginan warga agar pembangunan tidak berhenti pada panjang tanggul yang sudah ada. Masyarakat meminta agar tanggul diperpanjang atau ditambah lagi sehingga kawasan yang masih membutuhkan perlindungan dapat terjangkau dan semakin banyak lahan pertanian terlindungi dari ancaman banjir.
Tanggul Kokoh, Manfaat Dirasakan Masyarakat
Bagi masyarakat Oanmane, tanggul bukan sekadar bangunan infrastruktur, melainkan pelindung yang memberikan rasa aman setelah bertahun-tahun menghadapi kesulitan akibat banjir. Terjaganya hasil pertanian dan berkurangnya kekhawatiran saat musim hujan menjadi bagian penting dari manfaat yang dirasakan warga.
Di bawah kepemimpinan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu, A.Md. (HMS), keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang menjawab kebutuhan masyarakat diharapkan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kondisi tanggul yang masih utuh dan kokoh menjadi alasan penting untuk menjaga serta merawat infrastruktur tersebut. Sementara itu, usulan warga agar tanggul ditambah lagi perlu menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan berikutnya, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kondisi teknis di lapangan.
Bagi warga Oanmane, pembangunan yang bermakna bukan hanya tentang bangunan yang selesai dikerjakan, melainkan tentang perubahan yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Rumah yang lebih aman, lahan pertanian yang terlindungi, dan hasil panen yang terjaga merupakan harapan besar masyarakat.
Tanggul tetap kokoh, manfaat dirasakan, warga berharap perlindungan diperluas. Harapan masyarakat Oanmane kini bukan hanya mempertahankan tanggul yang sudah ada, tetapi juga melanjutkan pembangunan agar semakin banyak warga dapat menikmati rasa aman saat musim hujan.
SBS-HMS diharapkan terus mendorong pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat Malaka.**#$//
Editor: eky luan
