Bupati SBS dari Layar Daring Titip Pesan Moral: Jabatan Harus Tinggalkan Teladan, Bukan Sekadar Nama

 

BETUN, Malakanews.com — Jabatan dalam pemerintahan bukan sekadar posisi dalam struktur birokrasi. Di balik jabatan ada amanah, tanggung jawab dan jejak pengabdian yang suatu saat akan dikenang ketika masa tugas telah berakhir.

Pesan itu disampaikan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) saat mengikuti secara daring prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II-B di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis, 1 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu (HMS), atas kuasa Bupati SBS, melantik dan mengambil sumpah/janji tiga pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Sementara SBS mengikuti seluruh rangkaian prosesi melalui sambungan daring.

Namun, perhatian utama   SBS bukan hanya tertuju pada prosesi pelantikan. Dari balik layar daring, Bupati Malaka  menyampaikan pesan moral kepada pejabat yang baru menerima amanah agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan meninggalkan teladan selama mengabdi.

SBS mengingatkan bahwa dalam setiap aktivitas manusia terdapat tiga unsur yang selalu hadir.

Pertama, diri sendiri sebagai pelaku pekerjaan. Kedua, orang lain yang melihat, mendengar dan merasakan hasil dari pekerjaan tersebut. Ketiga, Tuhan Yang Mahakuasa yang mengetahui bukan hanya apa yang terlihat, tetapi juga apa yang tidak terlihat oleh manusia.

“Yang paling penting adalah diri sendiri dan Tuhan Yang Mahakuasa,” demikian inti pesan   SBS dalam arahannya.

Karena itu, menurut BUPATI SBS, setiap pekerjaan yang dilakukan harus memberikan contoh dan menjadi teladan bagi orang lain. Seorang pejabat, kata dia, tidak cukup hanya menyelesaikan pekerjaan secara administratif, tetapi harus mampu meninggalkan kesan positif melalui pengabdian dan perbuatan nyata.

BUPATI SBS: Jangan Sampai Masuk Tak Dikenal, Keluar Tak Dikenang

SBS kemudian mengingatkan para pejabat agar tidak menjalankan jabatan sekadar sebagai rutinitas.

Ia berharap para pejabat yang dilantik mampu menjadi panutan selama menjalankan tugas, sehingga ketika suatu hari memasuki masa pensiun, masih ada cerita baik yang ditinggalkan dan dikenang oleh orang lain.

Jangan sampai, kata  SBS, seseorang hadir dalam sebuah jabatan tetapi keberadaannya tidak memberikan arti bagi lingkungan dan masyarakat.
Pesan itu ia gambarkan melalui sebuah pepatah: “Masuk tak kenal, keluar tak di kenang.

Bagi SBS, seorang aparatur seharusnya meninggalkan jejak pengabdian yang baik. Sebab, jabatan memiliki batas waktu, sementara nama baik dan cerita tentang pengabdian seseorang dapat bertahan jauh lebih lama.

SBS berharap pejabat yang baru dilantik segera bekerja, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Laksanakan tugas dengan baik,” menjadi salah satu penekanan SBS kepada para pejabat yang menerima amanah baru tersebut.

SBS Perintahkan PLH Sekda Perhatikan Purna Tugas

Tidak hanya berbicara mengenai pejabat yang baru dilantik,  BUPATI SBS juga memberikan perhatian khusus kepada para ASN dan pegawai yang memasuki masa purna tugas.

Bupati meminta Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) segera melakukan serah terima tugas dengan para pejabat atau pegawai yang memasuki masa pensiun.

SBS juga menugaskan Plh Sekda bersama seluruh jajaran terkait agar setiap pegawai yang memasuki masa purna tugas mendapat penghormatan melalui acara pelepasan.

Menurut BUPATI SBS, pengabdian seorang ASN tidak boleh berhenti begitu saja ketika masa tugas berakhir.

“Jangan sampai orang bilang, ketika masih berguna kita ingat, sudah tidak bermanfaat kita buang,” demikian pesan SBS.

Ia menginginkan Pemerintah Kabupaten Malaka membangun budaya penghargaan terhadap pengabdian para ASN hingga masa akhir tugas mereka.

SBS bahkan mengibaratkan tradisi tersebut seperti yang dilakukan institusi TNI dan Polri ketika anggotanya memasuki masa purna tugas. Ada penghormatan dan acara pelepasan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan pengabdian.

Bagi SBS, acara pelepasan bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, menjadi bentuk penghormatan pemerintah kepada orang-orang yang telah menghabiskan sebagian hidupnya untuk menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, ia meminta Plh Sekda memastikan tradisi pelepasan bagi setiap PNS atau pegawai yang memasuki masa pensiun dapat dilakukan secara baik.

Jabatan Berakhir, Pengabdian dan Teladan Diharapkan Tetap Dikenang
Pesan BUPATI SBS tersebut menjadi warna tersendiri dalam pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Malaka.

Pelantikan bukan hanya tentang siapa yang menduduki jabatan baru, tetapi juga tentang bagaimana amanah tersebut dijalankan dan apa yang ditinggalkan setelah masa jabatan berakhir.

Tiga pejabat yang dilantik pada kesempatan tersebut yakni Gregorius Fatin, S.H. sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Emi Rentiana Bere, S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah, serta Wendelinus Yosef Un, S.P. sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Malaka.

Melalui arahan tersebut, SBS menempatkan jabatan bukan semata sebagai sebuah kedudukan, melainkan sebagai ruang untuk membuktikan tanggung jawab, integritas dan pengabdian.

Sebab bagi Bupati Malaka, ketika jabatan akhirnya dilepas, yang tersisa bukan lagi kursi kekuasaan, melainkan jejak pekerjaan, manfaat bagi masyarakat dan cerita tentang bagaimana seseorang menjalankan amanahnya.**##//

 

Editor Eky luan