Dari Biuduk Foho, Bunda PAUD Malaka Titip Pesan: Masa Depan Anak Dimulai dari Keluarga

 

MalakaNews.com – Ada banyak cara berbicara tentang masa depan. Namun dari Biuduk Foho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Kamis (27/8/2026), masa depan itu kembali diingatkan melalui satu hal sederhana: pendidikan anak harus dimulai sejak dini, dan keluarga menjadi pintu pertamanya.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi Bunda PAUD Kabupaten Malaka yang berlangsung di Aula SDK Biuduk Foho. Pertemuan itu bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk menggugah kesadaran bersama tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak sejak usia paling awal.

Ketua Kesekretariatan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Malaka, Ny. Yustin Neni Nurhayati Bria Seran, hadir mewakili Bunda PAUD Kabupaten Malaka. Di hadapan peserta, ia mengajak keluarga memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak usia dini, termasuk mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah.

Menurutnya, pendidikan seorang anak tidak pertama-tama dimulai dari papan tulis. Ia bermula dari rumah.

Dari tangan orang tua, seorang anak belajar mengenal kasih sayang. Dari percakapan sederhana di rumah, anak mulai mengenal bahasa. Dari kebiasaan sehari-hari, perlahan tumbuh karakter, keberanian dan rasa percaya diri.

Karena itu, keluarga memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan langkah awal pendidikan seorang anak.

PAUD menjadi salah satu ruang penting untuk membantu anak bertumbuh sesuai tahap perkembangannya. Di sana, anak bukan hanya diperkenalkan pada pengetahuan dasar, tetapi juga dilatih bersosialisasi, berkomunikasi, mengenal lingkungan dan membangun karakter sebelum melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.

Namun, tugas tersebut tidak bisa dibebankan kepada guru dan lembaga pendidikan semata.

Sekolah membutuhkan keluarga, dan keluarga membutuhkan sekolah.

Keduanya harus berjalan berdampingan agar anak mendapatkan lingkungan tumbuh yang sehat, aman dan penuh dukungan.

Dari Biuduk Foho, pesan itu terasa begitu sederhana, tetapi menyimpan makna yang panjang. Sebab membangun Malaka tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana menyiapkan anak-anak yang kelak menjadi pemilik masa depan daerah ini.

Hari ini mereka mungkin masih kecil.

Mungkin masih belajar mengeja nama sendiri, menggambar dengan warna yang belum beraturan, atau berlari kecil di halaman sekolah.

Tetapi di balik langkah-langkah kecil itu, tersimpan masa depan Malaka.

Karena itu, memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan sejak dini bukan hanya kewajiban pemerintah atau sekolah. Itu adalah tanggung jawab bersama—dimulai dari keluarga.

Dan dari Biuduk Foho, pesan tersebut kembali mengalir: jika ingin melihat Malaka yang lebih maju di masa depan, maka pendidikan anak harus dijaga sejak hari ini.**##//