Di Hadapan Bupati SBS, dr. Dion Bria Seran Teken MoU dengan Persija Development untuk Pembinaan Talenta Muda Malaka

 

JAKARTA, Malakanews.com – Di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota, sebuah harapan dari tanah perbatasan menemukan jalannya. Harapan itu hadir dalam bentuk kerja sama yang sederhana di atas selembar dokumen, tetapi menyimpan mimpi besar bagi masa depan generasi muda Malaka. Di hadapan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS), Direktur Olahraga PS Malaka dr. Dionisius Christian Bria Seran, Sp.OG, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Persija Development, Sabtu (6/6/2026).

Momen bersejarah tersebut berlangsung di Markas Besar Persija Jakarta dan turut disaksikan unsur pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Malaka, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka Ade Sjan Maikameng, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Bagi Malaka, peristiwa ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan sebuah langkah nyata menuju masa depan yang selama ini dirajut melalui doa, kerja keras, dan keyakinan bahwa anak-anak perbatasan memiliki hak yang sama untuk bermimpi besar.

Di balik penandatanganan itu, berdiri sosok SBS yang selama ini dikenal konsisten menaruh perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui olahraga. Seperti seorang petani yang menanam benih jauh sebelum musim panen tiba, SBS terus menyiapkan fondasi agar generasi muda Malaka memiliki ruang untuk tumbuh, berkembang, dan mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Bagi dr. Dion Bria Seran, kerja sama ini bukan sekadar ikatan kelembagaan. Sebagai seorang dokter spesialis kandungan yang sehari-hari membantu menyambut kelahiran kehidupan baru, ia memahami bahwa setiap mimpi besar membutuhkan proses panjang untuk bertumbuh. Tidak ada keberhasilan yang lahir secara instan. Semua membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan komitmen yang terus dijaga dari waktu ke waktu.

Jika selama ini tangannya membantu menyambut tangis pertama seorang bayi, maka kini tangan yang sama sedang membantu melahirkan harapan baru di lapangan hijau. Harapan yang tumbuh dari kaki-kaki kecil anak Malaka yang berlari tanpa lelah mengejar bola di lapangan desa, dengan mata yang menyimpan cita-cita untuk suatu hari mengenakan seragam tim besar dan mengharumkan nama daerahnya.

Kerja sama dengan Persija Development menjadi jembatan penting menuju cita-cita tersebut. Melalui kemitraan ini, talenta-talenta muda Malaka akan memperoleh akses terhadap pola pembinaan yang lebih profesional, sistematis, dan berkelanjutan. Sebuah pintu yang membuka peluang agar bakat yang selama ini tersembunyi di pelosok kampung dapat menemukan panggung yang lebih luas untuk berkembang.

Lebih dari itu, MoU ini menjadi simbol bahwa jarak bukan lagi penghalang bagi anak-anak Malaka untuk meraih mimpi. Dari wilayah perbatasan yang jauh dari pusat sepak bola nasional, kini terbentang jalan baru yang menghubungkan mereka dengan pengalaman, ilmu, dan standar pembinaan yang lebih modern. Sebab bakat tidak pernah mengenal batas geografis; yang dibutuhkan hanyalah kesempatan dan keberanian untuk melangkah.

Kehadiran Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka, Ade Sjan Maikameng, bersama para pimpinan DPRD dalam momentum tersebut semakin menegaskan bahwa pembangunan olahraga bukanlah tugas satu orang atau satu lembaga. Ia adalah kerja kolektif yang membutuhkan persatuan visi dan langkah. Ketika pemerintah, insan olahraga, dan masyarakat bergerak dalam irama yang sama, maka mimpi yang tampak jauh perlahan menjadi kenyataan.

Hari itu, di Jakarta, yang ditandatangani bukan sekadar sebuah nota kesepahaman. Yang sedang ditandatangani adalah masa depan. Masa depan anak-anak Malaka yang bercita-cita menjadi pemain profesional. Masa depan sepak bola daerah yang ingin berdiri sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Masa depan yang dibangun di atas keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk bersinar apabila diberikan ruang dan pendampingan yang tepat.

Dan kelak, ketika nama Malaka bergema di panggung sepak bola nasional, masyarakat mungkin akan mengenang bahwa perjalanan besar itu bermula dari sebuah tanda tangan yang disaksikan SBS di Jakarta. Sebuah tanda tangan yang tidak hanya menghubungkan dua lembaga, tetapi juga menyatukan harapan, kerja keras, dan mimpi ribuan anak Malaka yang ingin menulis sejarahnya sendiri di lapangan hijau.**##//

 

Editor : Eky luan