33 Pejabat Dilantik, Bupati SBS Kirim Pesan Tegas: Jabatan Bukan Sekadar Kursi, Rakyat Menunggu Kerja Nyata
MALAKA, MalakaNews.com — Sebuah jabatan tidak berhenti pada pelantikan. Setelah sumpah dan janji diucapkan, tanggung jawab justru mulai diuji melalui pekerjaan yang dilakukan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) saat melantik dan mengambil sumpah/janji 33 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka, Sabtu, 19 September 2026.
Pelantikan berlangsung di Pantai Cemara Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat.
Bagi Bupati SBS, penataan pejabat bukan sekadar memindahkan orang dari satu posisi ke posisi lainnya. Setiap perubahan harus membawa konsekuensi pada peningkatan kinerja pemerintahan.
Karena itu, pejabat yang memperoleh kepercayaan baru diminta tidak hanya memahami tugas administratif, tetapi mampu memastikan program pemerintah berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak tersendat.
Dari 33 pejabat yang dilantik, sebanyak 10 orang menempati jabatan pada jenjang Eselon II dan III, sedangkan 23 lainnya menduduki jabatan pengawas.
Bupati SBS menegaskan, kepercayaan yang diberikan kepada para pejabat harus dijawab dengan integritas dan kerja nyata.
Pejabat juga diminta menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan. Pada saat yang sama, ruang untuk melakukan inovasi tetap terbuka selama berada dalam koridor tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Artinya, perubahan struktur birokrasi tidak boleh hanya terlihat dalam daftar nama dan jabatan. Perubahan itu harus terasa dalam cara pemerintah bekerja.
Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, aparatur yang bertanggung jawab dan program yang benar-benar sampai kepada sasaran.
Dalam momentum tersebut, terjadi pula perubahan pada posisi Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka. Ferdinand Un Muti mendapat penugasan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, sementara Aloysius Werang dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka.
Penataan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi pemerintahan daerah untuk memastikan roda birokrasi tetap berjalan sesuai kebutuhan pemerintahan.
SBS kembali mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah. Karena itu, setiap pejabat harus mampu menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan tugas, menjaga kepercayaan dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Sebab, masyarakat pada akhirnya tidak menghitung berapa kali jabatan berganti.
Masyarakat akan melihat apakah setelah pergantian itu pelayanan menjadi lebih baik, program bergerak lebih cepat dan pemerintah semakin hadir menjawab kebutuhan rakyat.
Di situlah 33 pejabat yang baru dilantik akan diuji.
Bukan di ruang pelantikan.
Tetapi di meja kerja, di tengah pelayanan publik dan di lapangan, ketika masyarakat membutuhkan pemerintah.**##//
Editor : Eky luan
