“Rela Berdiri di Pinggir Lapangan, Bupati Stefanus Bria Seran Tunjukkan Dukungan Penuh untuk PS Malaka”

 

! Malaka, Malakanews.com — Di bawah cahaya lampu Lapangan Betun yang menerangi malam di Kecamatan Malaka Tengah, Minggu (10/5/2026), sosok Bupati Malaka, Dr.Stefanus Bria Seran,M.P.H,tampak berdiri di pinggir lapangan menyaksikan langsung laga uji tanding PS Malaka All Star U-17 melawan SKO Kupang. Di tengah riuh sorak masyarakat dan dentingan semangat sepak bola yang kembali hidup, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Malaka itu menghadirkan suasana yang berbeda di malam penuh harapan tersebut.

 

Stefanus Bria Seran tidak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan. Dengan tatapan serius namun penuh semangat, ia mengikuti setiap jalannya pertandingan sejak peluit awal dibunyikan. Sesekali ia terlihat memberi dukungan kepada para pemain muda yang berjuang di atas rumput hijau Lapangan Betun. Di bawah langit malam Betun, dukungan itu terasa seperti energi tambahan bagi anak-anak muda Malaka yang sedang membawa mimpi besar sepak bola daerahnya.

 

Sejak awal pertandingan, Stefanus Bria Seran tampak menikmati atmosfer yang dipenuhi semangat masyarakat. Di pinggir lapangan, ia berdiri bersama warga yang larut dalam sorakan dan tepuk tangan mendukung PS Malaka. Kehadirannya menjadi simbol bahwa sepak bola bukan hanya olahraga, tetapi ruang yang mampu menyatukan masyarakat, harapan, dan kebanggaan daerah dalam satu denyut yang sama.

 

Bagi Stefanus Bria Seran, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya dibicarakan dari balik meja kerja. Kehadiran langsung di tengah pertandingan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap anak-anak muda yang terus berproses membawa nama Malaka. Ia ingin semangat olahraga terus tumbuh sebagai jalan membangun disiplin, keberanian, dan rasa percaya diri generasi penerus daerah.

 

Meski pertandingan berlangsung sengit hingga berakhir imbang 2-2, Stefanus Bria Seran tetap terlihat memberi apresiasi kepada perjuangan para pemain muda PS Malaka. Baginya, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran, melainkan bagaimana anak-anak muda mampu menunjukkan semangat pantang menyerah dan keberanian bertanding di hadapan masyarakatnya sendiri.

 

Malam itu, Stefanus Bria Seran seakan tidak hanya menyaksikan pertandingan sepak bola. Dari pinggir Lapangan Betun, ia sedang menyaksikan harapan-harapan muda tumbuh perlahan di atas rumput hijau. Di tengah sorak masyarakat dan cahaya lampu yang menerangi lapangan, sepak bola kembali menjadi bahasa yang menyatukan semangat Malaka untuk terus bergerak maju.**##//

 

Editor : Eky luan