PS Malaka U-12 Resmi Bertolak ke Seri Nasional, Saatnya Anak Perbatasan Menulis Sejarah di Pentas Indonesia
Malaka, MalakaNews.com – Dari tanah perbatasan, mimpi-mimpi besar kembali diterbangkan. Sabtu (4/7/2026), Tim PS Malaka U-12 resmi dilepas menuju ajang Piala Presiden U-12 Seri Nasional dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Malaka, Haitimuk. Pelepasan itu bukan sekadar mengantar keberangkatan sebuah tim sepak bola, melainkan melepas harapan ribuan masyarakat Malaka yang menitipkan doa kepada anak-anak terbaiknya untuk membawa nama Kabupaten Malaka dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkibar di panggung nasional.
Suasana pelepasan berlangsung penuh khidmat dan haru. Sebelum rombongan bertolak menuju Daerah Istimewa Yogyakarta, seluruh pemain, pelatih, ofisial, pemerintah daerah, serta keluarga mengikuti doa bersama yang dipimpin Pastor Paroki Kleseleon, kecamatan weliman, Romo Leonardus Naas, Pr. Dalam keheningan doa, setiap kepala tertunduk memohon penyertaan Tuhan agar perjalanan berlangsung aman, para pemain diberi kesehatan, kekuatan, serta keberanian untuk berjuang dengan penuh sportivitas. Sebab di balik setiap langkah kaki mereka, ada nama Malaka yang hendak dijaga dengan kehormatan.
Keberangkatan PS Malaka U-12 menuju Seri Nasional bukanlah hasil yang datang begitu saja. Tiket menuju putaran nasional diraih melalui perjuangan panjang dan kerja keras yang tidak mengenal lelah. Tim berjuluk Manu Meo Muda itu sukses menjuarai Festival Grassroot Piala Presiden U-12 Regional NTT setelah menundukkan SSB Putra Mandiri Flores Timur dengan skor 2-1 pada laga final di Stadion Oepoi, Kupang. Kemenangan tersebut menjadi tonggak bersejarah yang mengantarkan PS Malaka sebagai wakil resmi NTT di tingkat nasional.
Momentum pelepasan di Rumah Jabatan Bupati pun menjadi simbol lahirnya harapan baru. Di balik senyum para pemain yang masih belia, tersimpan tekad yang besar untuk membuktikan bahwa bakat sepak bola tidak hanya tumbuh di kota-kota besar. Dari wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, mereka ingin menunjukkan bahwa semangat, disiplin, dan kerja keras mampu menembus batas geografis serta mengantar mereka bersaing dengan tim-tim terbaik Indonesia.
Manejer dr.Dion bria seran mengatakan seluruh persiapan tim telah dilakukan secara maksimal menjelang keberangkatan ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbagai evaluasi terus dilakukan, mulai dari penyempurnaan pola permainan, memperkuat kekompakan antarpemain, hingga membangun mental bertanding agar para pemain mampu tampil percaya diri menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman.
“Kami terus membenahi kekurangan tim dan meningkatkan kesiapan pemain. Anak-anak memiliki semangat juang yang tinggi dan siap memberikan yang terbaik untuk NTT,” Ujar dr. Dion bria seran
Optimisme tersebut semakin kuat karena dukungan terus mengalir dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Malaka, para orang tua, pecinta sepak bola, hingga seluruh masyarakat memberikan doa dan motivasi tanpa henti. Dukungan itu menjadi energi tambahan bagi para pemain muda untuk bertanding tanpa rasa gentar, sekaligus menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Seluruh masyarakat Malaka berdiri di belakang mereka, menaruh harapan pada setiap sentuhan bola yang akan dimainkan.
Bagi PS Malaka U-12, Seri Nasional bukan hanya tentang mengejar gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa anak-anak dari daerah perbatasan memiliki kualitas, karakter, dan mimpi yang sama besarnya dengan talenta-talenta terbaik di Indonesia. Lapangan hijau akan menjadi saksi bahwa batas wilayah tidak pernah mampu membatasi lahirnya prestasi.
Kini perjalanan baru telah dimulai. Setiap peluit pertandingan akan menjadi penanda perjuangan, setiap tetes keringat akan menjadi persembahan bagi daerah, dan setiap langkah di lapangan akan membawa nama Malaka serta NTT semakin dikenal di pentas nasional. Sebab sejarah selalu lahir dari keberanian untuk bermimpi, dan dari bumi perbatasan inilah anak-anak PS Malaka U-12 berangkat membawa keyakinan bahwa mimpi yang diperjuangkan dengan kerja keras, doa, dan semangat pantang menyerah akan menemukan jalannya menuju kemenangan.**##//
Editor : Eky luan






