Adrianus Bria Seran di Balik Lahirnya Tradisi Juara PS Malaka
BETUN, MalakaNews.com – Di balik dua trofi Piala Soeratin Nusa Tenggara Timur, satu gelar Festival Grassroot Regional NTT, serta keberhasilan PS Malaka menembus pentas nasional melalui Piala Presiden U-12, terdapat satu benang merah yang menyatukan seluruh pencapaian tersebut: pembinaan yang dibangun secara konsisten di bawah kepemimpinan Ketua PSSI Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran.
Prestasi yang diraih PS Malaka bukanlah hasil dari keberuntungan sesaat. Ia merupakan buah dari proses panjang, kerja keras tanpa henti, serta komitmen membangun sepak bola usia dini secara berjenjang. Dari pembinaan itulah lahir sebuah tradisi yang kini mulai dikenal masyarakat Malaka: tradisi juara.
Setiap kali PS Malaka U-12, U-13, maupun U-15 berangkat mengikuti kompetisi tingkat provinsi maupun nasional, perjalanan mereka selalu diawali dengan pelepasan resmi di halaman Mako Polres Malaka. Tradisi tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol doa, harapan, dan dukungan moral seluruh masyarakat kepada putra-putra terbaik Bumi Rai Malaka.
Dalam setiap pelepasan, Kapolres Malaka selalu menitipkan pesan agar para pemain bertanding dengan disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga nama baik daerah, serta pantang menyerah dalam situasi apa pun. Pesan sederhana itu menjadi bekal mental yang ikut menguatkan para pemain saat menghadapi persaingan di lapangan hijau.
Di balik semangat itu, Adrianus Bria Seran terus memastikan bahwa PS Malaka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi membangun fondasi pembinaan yang kuat. Di bawah kepemimpinannya, PSSI Kabupaten Malaka memperkuat kompetisi usia dini, mendorong peningkatan kualitas pelatih, membuka ruang bagi sekolah sepak bola dan klub-klub lokal untuk berkembang, serta membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka, Polres Malaka, para sponsor, orang tua, dan masyarakat.
Bagi Adrianus Bria Seran, keberhasilan sebuah tim tidak hanya diukur dari banyaknya trofi yang diraih, tetapi dari kemampuan melahirkan generasi pesepak bola yang berkarakter, disiplin, dan mampu bersaing secara berkelanjutan. Filosofi pembinaan itulah yang terus menjadi arah pembangunan sepak bola di Kabupaten Malaka.
Hasil dari proses tersebut mulai terlihat di berbagai ajang bergengsi. Pada Piala Soeratin tingkat Provinsi NTT, PS Malaka U-13 berhasil merebut gelar juara, sementara PS Malaka U-15 tampil sebagai runner-up. Capaian itu menjadi tonggak penting yang menandai kebangkitan sepak bola usia dini Kabupaten Malaka.
Momentum itu kemudian berlanjut pada musim kompetisi 2026. PS Malaka kembali mengukir sejarah dengan mempertahankan gelar juara Piala Soeratin NTT kategori U-13. Sementara itu, tim U-15 berhasil menyempurnakan perjuangannya dengan meraih gelar juara. Dua trofi bergengsi akhirnya dibawa pulang ke Bumi Rai Malaka dan semakin mengukuhkan Malaka sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola usia dini di Nusa Tenggara Timur.
Prestasi tersebut semakin lengkap ketika PS Malaka U-12 tampil sebagai juara Festival Grassroot Regional NTT dan dipercaya mewakili Provinsi NTT pada Seri Nasional Piala Presiden U-12 di Jakarta. Meski belum berhasil meraih gelar nasional, langkah mereka menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola di Kabupaten Malaka telah mampu melahirkan pemain-pemain muda yang sanggup bersaing di tingkat nasional.
Keberhasilan itu tidak lahir dari satu sosok semata. Di dalamnya terdapat dedikasi para pelatih yang menempa kemampuan pemain setiap hari, dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Malaka, motivasi dari Polres Malaka, pengorbanan orang tua, kontribusi para sponsor, serta doa dan kepercayaan masyarakat yang terus mengiringi setiap langkah PS Malaka. Seluruh elemen tersebut berpadu dalam satu tujuan: menjadikan sepak bola sebagai kebanggaan Kabupaten Malaka.
Masyarakat pun mulai melihat sebuah tradisi yang terus berulang. Setiap kali kontingen PS Malaka dilepas dari halaman Mako Polres Malaka bersama jajaran PSSI Kabupaten Malaka, mereka hampir selalu kembali dengan membawa prestasi. Tradisi itu bukanlah jaminan kemenangan, melainkan lambang kesiapan, disiplin, pembinaan yang matang, dan semangat kebersamaan yang terus dipelihara dari tahun ke tahun.
Kini, halaman Mako Polres Malaka tidak lagi sekadar menjadi lokasi pelepasan sebuah tim sepak bola. Tempat itu telah menjelma menjadi saksi lahirnya mimpi-mimpi besar anak-anak Bumi Rai Malaka. Dari sanalah mereka berangkat membawa harapan, bertanding dengan kebanggaan, lalu kembali membawa trofi, pengalaman, dan inspirasi bagi generasi berikutnya.
Trofi memang dapat menjadi catatan sejarah, tetapi sistem pembinaan akan terus melahirkan juara. Itulah fondasi yang sedang dibangun Adrianus Bria Seran bersama PSSI Kabupaten Malaka. Selama pembinaan berjalan konsisten dan semangat kebersamaan tetap terjaga, tradisi juara PS Malaka diyakini tidak akan berhenti pada satu generasi, melainkan akan terus hidup, mengharumkan nama Bumi Rai Malaka di tingkat nasional, bahkan suatu hari nanti di panggung internasional.**##) /
Editor : Eky luan






