Bupati SBS dan dr. Dhion Bria Seran, Dua Pilar Kebangkitan PS Malaka

BETUN, MalakaNews.com – Setiap trofi memiliki cerita. Setiap kemenangan menyimpan perjalanan panjang. Begitu pula dengan kebangkitan PS Malaka yang dalam beberapa tahun terakhir menjelma menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola usia dini di Nusa Tenggara Timur. Di balik sorak sorai para pemain yang mengangkat piala, ada mimpi yang dirawat, ada pembinaan yang dijaga, dan ada kebersamaan yang terus dipelihara.
Masyarakat Malaka kini tidak lagi memandang prestasi PS Malaka sebagai sebuah kejutan. Gelar demi gelar yang diraih mulai membentuk sebuah tradisi. Dua kali menjuarai Piala Soeratin NTT kategori U-13, membawa pulang trofi Piala Soeratin NTT U-15, menjadi juara Festival Grassroot Regional NTT, hingga mengantarkan PS Malaka U-12 mewakili Provinsi NTT pada Seri Nasional Piala Presiden menjadi bukti bahwa sepak bola Malaka sedang tumbuh di jalur yang benar.
Di balik perjalanan itu, berdiri dua sosok yang memainkan peran penting sesuai porsinya masing-masing, yakni Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Direktur PS Malaka dr. Dhion Bria Seran. Keduanya menjadi bagian dari semangat besar yang terus menghidupkan mimpi anak-anak Bumi Rai Malaka.
Bagi SBS, olahraga bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Sepak bola dipandang sebagai wadah membentuk karakter generasi muda, mengajarkan disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian untuk bermimpi lebih tinggi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malaka terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga, termasuk mendukung berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya bibit-bibit pesepak bola berbakat.
Semangat itu kemudian diterjemahkan di lapangan oleh dr. Dhion Bria Seran. Sebagai Direktur PS Malaka, ia hadir mendampingi perjalanan tim sejak masa persiapan hingga kompetisi. Di balik layar, ia memastikan roda organisasi berjalan, kebutuhan pemain terpenuhi, dan para pelatih dapat bekerja dengan tenang. Baginya, keberhasilan sebuah tim tidak dibangun dalam satu pertandingan, tetapi melalui proses yang dijaga setiap hari.
Perjalanan panjang itu tidak pernah ditempuh sendirian. PSSI Kabupaten Malaka bersama jajaran pelatih terus membangun sistem pembinaan usia dini yang terarah. Sekolah-sekolah sepak bola dan klub-klub lokal diberi ruang untuk berkembang, sehingga lahirlah regenerasi pemain yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
Hasilnya kini berbicara lantang. PS Malaka tidak lagi sekadar hadir sebagai peserta dalam setiap kompetisi, tetapi menjadi tim yang disegani. Permainan disiplin, mental bertanding yang kuat, dan semangat pantang menyerah menjadi identitas yang melekat pada setiap kelompok usia yang mengenakan lambang PS Malaka di dada mereka.
Ada satu tradisi yang juga menjadi bagian dari perjalanan itu. Setiap kali PS Malaka berangkat menuju ajang provinsi maupun nasional, para pemain lebih dahulu dilepas dari halaman Mako Polres Malaka. Pelepasan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol restu, doa, dan harapan seluruh masyarakat yang mengiringi langkah anak-anak Malaka.
Dalam setiap kesempatan, Kapolres Malaka selalu mengingatkan para pemain agar bertanding dengan sportivitas, menjaga nama baik daerah, menghormati lawan, dan tidak pernah menyerah hingga peluit panjang berbunyi. Nasihat sederhana itu menjadi suntikan semangat yang terus dibawa para pemain ke setiap pertandingan.
Keberhasilan PS Malaka sejatinya adalah kemenangan bersama. Pemerintah daerah memberikan dukungan, PSSI Kabupaten Malaka membangun pembinaan, manajemen tim bekerja tanpa lelah, para pelatih mengasah kemampuan pemain, Polres Malaka menghadirkan motivasi, para sponsor ikut menopang perjuangan, orang tua merelakan waktu dan tenaga, sementara masyarakat mengiringi setiap langkah dengan doa.
Dari kolaborasi itulah lahir sebuah keyakinan baru. Bahwa juara bukan lagi sesuatu yang datang karena keberuntungan, melainkan buah dari kerja keras yang dilakukan tanpa henti. Setiap trofi yang dibawa pulang bukan sekadar penghias lemari prestasi, tetapi menjadi penanda bahwa pembinaan yang baik akan selalu melahirkan generasi baru yang siap meneruskan estafet kejayaan.
Hari ini, nama PS Malaka mulai diperhitungkan di Nusa Tenggara Timur. Esok, bukan tidak mungkin akan semakin dikenal di tingkat nasional. Sebab selama mimpi anak-anak Bumi Rai Malaka terus dijaga, selama pembinaan tetap menjadi prioritas, dan selama semangat kebersamaan tetap menyala, tradisi juara itu akan terus hidup. Di sanalah SBS dan dr. Dhion Bria Seran menjadi bagian penting dari perjalanan panjang yang sedang ditulis PS Malaka—sebuah perjalanan yang bukan hanya mengejar piala, tetapi sedang membangun masa depan sepak bola Malaka.**##/
Editor : Eky luan






