Birokrat Tulen yang Paham Arah, Bupati Stefanus Bria Seran Lantik 58 Pejabat, Tegaskan Birokrasi Harus Bekerja Nyata

Malaka, Malakanews – Dari kesunyian yang berbicara tanpa suara, lahir ketegasan yang tak perlu banyak kata. Di momen yang sederhana namun sarat arti, Stefanus Bria Seran kembali meneguhkan arah birokrasi melalui pelantikan 58 pejabat, Sabtu (11/4/2026).
Bukan gemerlap yang ditonjolkan, melainkan makna yang dihidupkan. Prosesi ini menjadi cermin bahwa bagi seorang birokrat tulen, jabatan bukan sekadar posisi, tetapi alat untuk bekerja, menggerakkan, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 58 pejabat dikukuhkan setelah pembacaan Surat Keputusan Bupati Malaka Nomor 131/HK/2026, yang mencakup jabatan pimpinan tinggi pratama eselon 2b, administrator (eselon 3a), dan pengawas (eselon 4a) sebagai bagian penting dalam struktur pemerintahan.
Di antara doa yang mengalir pelan, terselip harapan yang menguatkan. Prosesi ini diperkaya dengan pengukuhan oleh Hironimus Moensaku, mengingatkan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang tidak hanya dipertanggungjawabkan secara administratif, tetapi juga secara moral dan spiritual.
Dari pengalaman panjang yang menempa, lahir pemahaman yang tak sekadar teori. Sebagai birokrat tulen, Stefanus Bria Seran memahami bahwa birokrasi bukan hanya soal struktur, tetapi tentang bagaimana sistem itu hidup dan bekerja untuk rakyat.
Tak ada tempat yang tinggi bagi yang tak bekerja, dan tak ada tempat yang rendah bagi yang memberi makna. Pesan ini mengalir bagi para pejabat yang dilantik—bahwa mutasi dan rotasi bukan ukuran kehormatan, melainkan ruang baru untuk membuktikan kerja nyata.
Pada akhirnya, yang dikenang bukan jabatan, melainkan jejak pengabdian. Pelantikan ini menjadi penegasan bahwa birokrasi yang kuat lahir dari kepemimpinan yang paham arah, bekerja dengan hati, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.**##//
Editor : eky luan






