Bupati SBS Minta Anggarkan Mobil Operasional PMI Malaka Tahun Depan
Malaka, MalakaNews.com — Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), meminta Pemerintah Kabupaten Malaka memberikan perhatian serius terhadap dukungan sarana operasional Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka.
Hal tersebut disampaikan SBS saat menghadiri pelantikan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka Masa Bakti 2026–2031, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka, Jumat (21/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, SBS menegaskan bahwa PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang harus mampu bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Karena itu, keberadaan kendaraan operasional dinilai penting untuk menunjang mobilitas pengurus maupun relawan PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah Kabupaten Malaka.
“Tahun depan anggarkan mobil operasional untuk PMI Kabupaten Malaka. Sehingga ke mana-mana harus menggunakan mobil PMI,” tegas SBS dalam arahannya.
Menurut SBS, kendaraan operasional bukan sekadar fasilitas organisasi, tetapi menjadi bagian penting dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Dengan kendaraan khusus PMI, berbagai kegiatan kemanusiaan dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi dan menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
Hal ini sejalan dengan peran PMI yang selama ini bergerak dalam berbagai pelayanan kemanusiaan, termasuk penanggulangan bencana dan pelayanan transfusi darah. PMI juga memiliki layanan ambulans, donor darah, pendidikan dan pelatihan serta relawan.
Empat Penugasan Penting PMI
SBS juga menekankan pentingnya PMI Kabupaten Malaka memperkuat empat tugas utama dalam pelayanan kemanusiaan, yakni pertama, penanggulangan bencana dan kondisi darurat; kedua, pelayanan donor dan kebutuhan darah; ketiga, pelayanan kesehatan serta pertolongan kemanusiaan; dan keempat, pembinaan serta pengerahan relawan PMI untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Keempat bidang tersebut membutuhkan kesiapan personel, peralatan dan mobilitas yang memadai. Terlebih ketika terjadi bencana atau kondisi darurat, PMI dituntut mampu bergerak cepat menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.
Dengan demikian, rencana penganggaran kendaraan operasional pada tahun anggaran mendatang diharapkan menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Malaka dalam memperkuat kapasitas PMI.
SBS berharap pengurus PMI periode 2026–2031 tidak hanya menjalankan organisasi secara administratif, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat.
PMI harus menjadi wajah kemanusiaan yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. Dari pusat kota hingga pelosok desa, dari kondisi normal hingga situasi darurat, PMI harus siap bergerak untuk kemanusiaan.
Pelantikan pengurus baru periode 2026–2031 pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian PMI Kabupaten Malaka, dengan dukungan pemerintah, relawan dan seluruh elemen masyarakat.**##//
Editor : Eky luan






