Dari malaka untuk Flores, dr. Oktelin dan Masyarakat Nyalakan Seribu Lilin
Malaka, Malakanews.com — Malam itu, Kota Betun tidak hanya diterangi cahaya lampu. Ribuan doa dan harapan menyala bersama api lilin yang digenggam masyarakat Malaka untuk saudara-saudari di Pulau Flores yang sedang dilanda duka akibat gempa bumi.
Ratusan masyarakat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka berkumpul di Lapangan Umum Kota Betun, Minggu (23/8/2026), dalam Doa dan Aksi Seribu Lilin untuk Flores.
Satu demi satu lilin dinyalakan. Cahaya kecil itu kemudian menjelma menjadi lautan terang—sebuah pesan kemanusiaan dari tanah Malaka bahwa duka Flores tidak berjalan sendirian.
Di tengah masyarakat, Ketua PMI Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, turut menyalakan lilin dan mengajak seluruh masyarakat menjadikan doa sebagai kekuatan serta kepedulian sebagai tindakan nyata.Ketika tanah Flores bergetar, hati masyarakat Malaka ikut tersentuh. Ketika saudara di seberang pulau menangis, doa dari Betun pun mengalir.
Aksi tersebut bukan sekadar seremoni menyalakan lilin. Ia menjadi ruang bagi masyarakat Malaka untuk menundukkan kepala, mengirimkan doa dan membuka tangan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Doa dipanjatkan untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak, khususnya di Manggarai, Nagekeo dan sejumlah wilayah lainnya di Pulau Flores.
Sebelum penyalaan lilin dimulai, Pemuda Malaka Peduli Flores juga menggelar berbagai kegiatan sebagai bagian dari gerakan solidaritas dan penggalangan dana bagi korban bencana.
PMI Kabupaten Malaka membuka posko bantuan serta menyediakan kotak-kotak donasi di sejumlah titik. Dari tangan masyarakat, bantuan dikumpulkan; dari hati yang peduli, harapan untuk Flores terus dinyalakan.
Dalam sambutannya, dr. Oktelin mengatakan bahwa mungkin tidak semua orang dapat hadir langsung membantu secara fisik di lokasi bencana. Namun, menurutnya, doa dan kepedulian tetap dapat menjadi kekuatan bagi saudara-saudari yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami mengadakan doa bersama dan penyalaan seribu lilin untuk duka Flores. Kami juga melakukan penggalangan dana. Walaupun mungkin kita tidak bisa membantu secara fisik, tetapi kita bisa mendoakan keselamatan dan kesehatan saudara-saudari, bapak, ibu, sahabat, kerabat dan kenalan kita yang berada di Pulau Flores,” ujarnya.
Penggalangan bantuan telah dimulai sejak Sabtu dan akan berlangsung hingga 26 Agustus 2026. Seluruh bantuan yang terkumpul nantinya akan dibawa dan disalurkan langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Malam semakin larut. Lilin-lilin mungkin perlahan padam, tetapi pesan yang dibawanya tidak boleh ikut padam.
Sebab, dari Betun yang jauh dari Flores, ada doa yang terbang. Ada tangan yang terulur. Ada hati yang ikut merasakan.
Malaka menyalakan lilin untuk Flores. Bukan hanya untuk menerangi malam, tetapi untuk menjaga harapan agar tetap hidup.**##//
Editor : Eky luan






