“Bupati Stefanus Bria Seran, Aktor di Balik Kebangkitan Sepak Bola malaka” dr dion BS perlihatkan teknik yang memikat”

 

MALAKA, Malakanews.com – Kemajuan sepak bola di Kabupaten Malaka hari ini bukanlah sebuah kebetulan. Di balik tumbuhnya gairah olahraga yang kini menjalar hingga ke pelosok desa, terdapat kerja panjang, perhatian yang konsisten, serta semangat membangun yang terus menyala. Banyak masyarakat menilai, salah satu sosok yang turut menjadi aktor penting di balik kebangkitan sepak bola Malaka adalah Stefanus Bria Seran atau yang akrab disapa SBS.

Di tanah Rai Malaka, sepak bola bukan sekadar permainan. Ia telah menjadi ruang harapan bagi generasi muda, tempat mimpi-mimpi besar tumbuh dari lapangan-lapangan sederhana yang tersebar di desa-desa. Dari sana lahir anak-anak muda yang berani bermimpi mengenakan seragam kebanggaan daerah dan bertarung membawa nama Malaka ke panggung yang lebih tinggi.

Perkembangan sepak bola Malaka dalam beberapa tahun terakhir pun terasa semakin nyata. Lapangan yang dahulu sepi kini dipenuhi aktivitas pembinaan. Turnamen demi turnamen menghadirkan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Sorak-sorai penonton di pinggir lapangan menjadi pertanda bahwa sepak bola telah menjelma menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan Rai Malaka.

Banyak kalangan melihat perhatian SBS terhadap pembinaan generasi muda dan pengembangan olahraga menjadi salah satu energi yang menggerakkan kebangkitan tersebut. Semangat membangun mental juara, membuka ruang bagi talenta muda, serta menanamkan rasa percaya diri perlahan membentuk karakter baru sepak bola Malaka yang berani bersaing di level yang lebih tinggi.

Namun, kebangkitan sepak bola Malaka bukanlah cerita yang baru dimulai hari ini. Jauh sebelum Manumeo bersiap mengarungi berbagai turnamen bergengsi, fondasi sepak bola Malaka telah dibangun sejak awal berdirinya daerah ini. Sejak SBS dipercaya menjadi Bupati perdana Kabupaten Malaka, perhatian terhadap dunia olahraga terus mendapat ruang untuk berkembang. Buah dari komitmen tersebut terlihat jelas ketika PS Malaka sukses menjuarai Eltari Memorial Cup 2019, sebuah prestasi bersejarah yang mengangkat nama Malaka ke panggung sepak bola Nusa Tenggara Timur.
Gelar juara itu bukan sekadar trofi yang tersimpan dalam lemari prestasi. Ia menjadi simbol kebangkitan sebuah daerah yang selama ini haus akan pengakuan di panggung olahraga. Sejak saat itu, nama PS Malaka mulai menggema di berbagai stadion di NTT, dikenal sebagai tim yang memiliki daya juang tinggi, karakter kuat, dan keberanian untuk menantang siapa saja. Apa yang terlihat hari ini sesungguhnya merupakan kelanjutan dari benih yang telah ditanam bertahun-tahun lalu, ketika sepak bola mulai dipandang sebagai instrumen pemersatu masyarakat sekaligus ruang pembinaan generasi muda Rai Malaka.

Spirit itulah yang kini hidup dalam tubuh Manumeo. Menjelang turnamen di Kupang, para pemain tampak menjalani latihan dengan penuh kesungguhan di Lapangan Haitimuk. Keringat yang jatuh di atas rumput hijau seolah menjadi saksi tekad mereka untuk membawa nama Malaka terbang lebih tinggi.

Direktur Sepak Bola PS Malaka, Dion Bria Seran, memastikan kesiapan tim saat ini berada dalam kondisi terbaik menghadapi persaingan yang diprediksi berlangsung sengit.

Saat ditemui Malakanews.com di sela-sela latihan tim di Lapangan Haitimuk, Selasa (26/5/2026), Dion menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki motivasi tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Malaka.

“Kami sudah siapkan diri untuk menghadapi kekuatan lawan di turnamen nanti di Kupang. Anak-anak dalam motivasi tinggi, kondisi tim terus berkembang dengan baik, dan kami akan bertarung sampai menit terakhir. Kami membawa nama Malaka, sehingga semangat juang harus selalu ada dalam diri setiap pemain,” tegas Dion.

Bagi Manumeo, perjalanan menuju Kupang bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi. Ada kehormatan daerah yang mereka pikul. Ada harapan masyarakat yang mereka bawa. Dan ada mimpi besar yang ingin mereka wujudkan bersama.

Setiap umpan yang mengalir di lapangan adalah bahasa kebersamaan. Setiap tekel merupakan simbol perjuangan. Dan setiap gol yang nantinya tercipta akan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Malaka yang selalu percaya bahwa anak-anak Rai Malaka mampu berdiri sejajar dengan tim-tim terbaik di Nusa Tenggara Timur.

Masyarakat Malaka kerap menggambarkan semangat Manumeo seperti aliran Sungai Benenai yang tak pernah berhenti mengalir; kuat menghadapi rintangan, tenang namun penuh tenaga, dan selalu menemukan jalan menuju tujuan. Filosofi itu kini menjadi jiwa permainan PS Malaka: pantang menyerah, berani menghadapi tantangan, dan terus bertarung hingga peluit akhir berbunyi.

Hari ini, hasil dari perjalanan panjang itu mulai terlihat. Talenta-talenta muda terus bermunculan, dukungan masyarakat semakin kuat, dan rasa percaya diri anak-anak Malaka tumbuh semakin besar untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai ajang kompetisi.

Di bawah spirit yang selama ini dibangun SBS serta dukungan penuh masyarakat, Manumeo berangkat ke Kupang bukan sebagai pelengkap turnamen. Mereka datang membawa mimpi, membawa harapan, dan membawa martabat Rai Malaka.

Karena bagi masyarakat Malaka, sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah. Sepak bola adalah tentang persatuan, harga diri, dan keyakinan bahwa sebuah daerah di ujung selatan Pulau Timor mampu menunjukkan kebesarannya kepada siapa saja. Dan dalam kisah kebangkitan itu, nama Stefanus Bria Seran akan selalu menjadi bagian penting dari perjalanan panjang sepak bola Malaka menuju masa depan yang lebih gemilang.**##//

 

Editor : eky luan