Dari Tanah Malaka, Harapan Panen Ditanam: 3.500 Hektare Ditarget Diolah Gratis pada 2026

 

MalakaNews — Di tanah yang selama ini menjadi tempat petani menanam harapan, pemerintah kini ingin memastikan lebih banyak lahan kembali bergerak.

 

Bukan sekadar tanah yang dibajak.

 

Ada cita-cita tentang sawah dan kebun yang lebih produktif, tentang petani yang semakin kuat, dan tentang pangan yang tumbuh dari tanah sendiri.

 

Pemerintah Kabupaten Malaka menargetkan pengolahan lahan pertanian secara gratis seluas 3.500 hektare pada tahun 2026 melalui program pacul tanah gratis.

 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong produktivitas pertanian sekaligus memberikan kemudahan bagi petani dalam menyiapkan lahan.

 

Pelaksanaannya mulai bergerak dari wilayah pegunungan. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, sejumlah traktor telah didistribusikan ke enam kecamatan sebagai tahap awal. Sebanyak sembilan unit TR-4 dikirim ke Botin Leobele, Malaka Timur, Rinhat, Laenmanen, Sasitamean dan Io Kufeu.

 

Wilayah pegunungan lainnya, termasuk Kobalima dan Kobalima Timur, masih menunggu kesiapan bahan bakar Dexlite untuk mendukung operasional alat berat tersebut.

 

Dari sana, program diharapkan bergerak secara bertahap menuju kawasan lainnya.

 

Bagi petani, kehadiran traktor bukan hanya soal mesin yang masuk ke lahan.

 

Di balik suara mesin yang membelah tanah, ada petani yang sedang menyiapkan musim tanam. Ada benih yang menunggu ditaburkan. Ada keluarga yang menggantungkan hidup pada hasil kebun dan sawah.

 

Karena itu, setiap hektare yang berhasil diolah adalah ruang baru bagi harapan.

 

3.500 hektare bukan sekadar angka.

 

Di dalamnya ada ribuan kemungkinan—lahan yang kembali produktif, tanaman yang tumbuh, hasil panen yang diharapkan meningkat dan dapur-dapur keluarga yang terus menyala.

 

Program pacul tanah gratis pun menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun pertanian Malaka.

 

Sebab membangun pertanian tidak selalu dimulai dengan sesuatu yang besar.

 

Kadang, ia dimulai dari sebuah traktor yang datang ke desa, masuk ke lahan petani, lalu membuka tanah yang selama ini menunggu untuk kembali ditanami.

 

Ketika tanah dibuka, harapan ikut tumbuh. Ketika petani menanam, masa depan Malaka sedang dipersiapkan.**##//