Gedung SDN Nunfutu 1 Viral, SBS–HMS Instruksikan Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan

 

MALAKA – Ketika dinding sekolah mulai berbicara lewat retakan dan kondisi bangunan yang memprihatinkan, ada satu harapan yang tetap berdiri kokoh: harapan anak-anak untuk terus belajar dalam ruang yang aman dan layak.

Menindaklanjuti kondisi SDN Nunfutu 1 yang viral karena bangunan sekolah mengalami kerusakan dan nyaris roboh, Pemerintah Kabupaten Malaka bergerak cepat melakukan peninjauan langsung.

Atas instruksi Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu (HMS), jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Malaka bersama Inspektorat Kabupaten Malaka turun ke lokasi SDN Nunfutu 1 pada Kamis, 30 Juli 2026 untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan tersebut.

Dalam kegiatan peninjauan itu turut hadir Camat Rinhat dan Pemerintah Desa Wekeke sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi pendidikan di wilayah tersebut.

Kehadiran pemerintah di tengah kondisi SDN Nunfutu 1 menjadi pesan bahwa persoalan pendidikan tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Setiap keluhan masyarakat harus mendapat perhatian dan ditindaklanjuti dengan langkah nyata.

Sebab sekolah bukan hanya sebuah bangunan. Di balik tembok yang mulai rapuh, ada mimpi anak-anak yang sedang tumbuh. Ada guru yang setiap hari mengabdi. Ada orang tua yang menitipkan harapan agar generasi penerus memiliki masa depan lebih baik.

Peninjauan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Inspektorat menjadi langkah awal untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menentukan penanganan yang tepat.

Pemerintah hadir bukan hanya ketika pembangunan terlihat indah, tetapi juga ketika ada bagian yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Bagi masyarakat Nunfutu, kunjungan ini menjadi tanda bahwa suara mereka sampai kepada pemerintah. Bahwa kondisi sekolah yang menjadi tempat mencetak generasi bangsa mendapat perhatian serius.

Karena pendidikan adalah fondasi masa depan. Ketika gedung sekolah membutuhkan pertolongan, maka kepedulian harus hadir sebelum harapan anak-anak ikut runtuh.**##//

 

Editor : Eky luan