Hari Raya Corpus Christi, 24 Siswa SDK Kakaniuk dan SDI Boni Terima Komuni Pertama
MALAKA, Malakanews.com – Sukacita iman mewarnai perayaan Hari Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) di Kapela Boni, Minggu (7/6/2026). Sebanyak 24 anak dari SDK Kakaniuk dan SDI Boni menerima Sakramen Ekaristi Kudus atau Komuni Pertama dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Santo Dominikus Leon As Wekmidar, Romo Yonathas Nahak, Pr.
Momen penuh rahmat tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh orang tua, para guru, serta umat dari lingkungan setempat yang turut mendoakan dan mendampingi para penerima Komuni Pertama dalam perjalanan iman mereka.
Dalam kata pengantarnya, Romo Yonathas mengajak umat untuk merefleksikan makna mendalam Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang berakar pada peristiwa Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para murid-Nya dua ribu tahun silam. Peristiwa itu, menurutnya, menjadi dasar iman Gereja Katolik dalam merayakan Ekaristi Kudus.
Romo Yonathas menjelaskan bahwa Gereja meyakini roti dan anggur yang dikonsekrasi dalam perayaan Ekaristi bukan sekadar lambang atau simbol, melainkan sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus yang hadir di tengah umat-Nya.
“Dengan demikian, perayaan Tubuh dan Darah Kristus menegaskan kembali iman akan kehadiran Allah yang selalu menyertai umat-Nya,” tegasnya.
Mantan pendidik Seminari Lalian itu juga mengingatkan bahwa menerima Tubuh dan Darah Kristus tidak berhenti pada perayaan liturgi semata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Yesus telah mengurbankan diri seutuhnya bagi kita. Karena itu, umat diajak untuk senantiasa dekat dengan-Nya dan menghadirkan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Romo Yonathas.
Perayaan Komuni Pertama ini menjadi momen istimewa bagi 24 anak yang untuk pertama kalinya menyambut Tubuh Kristus. Di tengah suasana doa dan kebersamaan, mereka diajak untuk semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta menjadikan Ekaristi sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sebagai anak-anak Allah.
Perayaan ditutup dengan ucapan syukur dan kebahagiaan dari para orang tua dan keluarga yang menyaksikan putra-putri mereka memasuki salah satu tahapan penting dalam kehidupan iman Katolik. Momen ini sekaligus menjadi tanda hidupnya semangat Gereja dalam membina generasi muda agar semakin mencintai Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus.**##/





