Instruksi Cepat SBS-HMS Berbuah Aksi, Kadis PUPR Turun Langsung Tangani Longsor di Desa Lotas, Rinhat

 

Riinhat, Malakanews.com – Akses jalan di Kilometer 10, Desa Lotas,    Kecamatan Rinhat, yang sempat terganggu akibat longsor karena hujan deras beberapa bulan lalu, kini mulai kembali dapat dilalui kendaraan. Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan penimbunan pada titik jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.

 

Ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung yang setiap hari dimanfaatkan warga untuk mengangkut hasil pertanian, menjangkau layanan kesehatan, mengantar anak ke sekolah, hingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, penanganan segera menjadi kebutuhan mendesak agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga.

 

Penanganan di lokasi dipantau langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Lorenzo Haba, pada Selasa (28/7/2026). Dengan mengerahkan alat berat, dilakukan penimbunan sementara pada badan jalan yang longsor sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kembali dapat melintas.

 

Turut hadir di lokasi, Camat Rinhat selaku kepala wilayah bersama jajaran pemerintah kecamatan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Kehadiran pemerintah di lapangan menjadi wujud sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kecamatan dalam memberikan pelayanan yang cepat kepada warga.

 

Langkah tanggap tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) dalam menjaga akses transportasi masyarakat, terutama pada ruas jalan yang memiliki peran penting bagi kehidupan sehari-hari warga.

 

Meski penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara, pemerintah memilih bergerak lebih dahulu agar masyarakat tidak terlalu lama menghadapi kesulitan akibat terputusnya akses jalan. Penanganan permanen akan menjadi langkah lanjutan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

 

Bagi masyarakat Desa Lotas, jalan bukan sekadar hamparan tanah yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Jalan adalah denyut kehidupan. Dari jalan inilah hasil kebun dibawa ke pasar, anak-anak berangkat menggapai cita-cita di bangku sekolah, masyarakat memperoleh layanan kesehatan, dan roda perekonomian terus berputar.

 

Karena itu, ketika akses di Kilometer 10 kembali terbuka, yang pulih bukan hanya jalur transportasi. Harapan masyarakat pun kembali menyala. Di situlah makna sesungguhnya dari kehadiran pemerintah: bukan hanya membangun ketika keadaan normal, tetapi hadir dengan tindakan nyata saat masyarakat menghadapi kesulitan. **##//

 

Editor Eky luan