Jelang Turnamen Bergengsi, Dr. Dion Bria Seran Pimpin Rapat Penentuan Skuad Muda Malaka
Malaka, Malakanews.com — Di tengah semangat yang terus menyala demi masa depan sepak bola Malaka, sebuah rapat penting digelar di Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Minggu (24/5/2026). Direktur olahraga, Dr. Dion Bria Seran, memimpin langsung pertemuan bersama jajaran tim pelatih untuk mematangkan persiapan tim U-13, U-15, U-17 serta Piala Presiden U-12 menuju turnamen yang akan datang.
Suasana rapat berjalan penuh keseriusan. Di balik meja-meja sederhana dan lembaran daftar nama pemain, tersimpan harapan besar tentang lahirnya generasi muda Malaka yang mampu berdiri tegak membawa nama daerah di arena kompetisi. Satu per satu nama dibahas, dipertimbangkan, lalu dicocokkan dengan kesiapan fisik, mental, dan semangat juang yang dimiliki para pemain muda.
Bagi Dr. Dion Bria Seran, sepak bola bukan hanya tentang mengejar kemenangan di atas lapangan. Lebih dari itu, olahraga menjadi ruang pembinaan karakter, tempat anak-anak muda belajar tentang disiplin, kerja keras, pengorbanan, dan arti kebersamaan. Karena itu, proses penentuan pemain dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar yang berangkat benar-benar siap bertarung membawa kebanggaan bagi Malaka.
Dalam arahannya, ia meminta seluruh pelatih tetap menjaga fokus dan tidak lengah sedikit pun. Menurutnya, turnamen kelompok umur adalah panggung penting untuk melihat masa depan sepak bola daerah. Dari kaki-kaki kecil yang hari ini berlari di lapangan kampung, bisa lahir pemain besar yang suatu saat mengharumkan nama Malaka di tingkat lebih tinggi.
Rapat itu bukan sekadar agenda biasa. Ia menjadi titik awal perjalanan panjang anak-anak muda yang sedang mengejar mimpi. Dari Haitimuk, harapan itu mulai dirangkai. Semangat dipersatukan. Tekad diperkuat. Dan Malaka kembali menaruh keyakinan bahwa generasi mudanya mampu berbicara banyak di lapangan hijau.
Kini, menjelang turnamen bergengsi yang semakin dekat, persiapan terus dimatangkan. Tim pelatih bergerak cepat, pemain terus diasah, dan dukungan masyarakat mulai tumbuh dari berbagai penjuru. Sebab di balik sebuah pertandingan, selalu ada doa, harapan, dan kebanggaan daerah yang ikut dipertaruhkan.**##//
Editor : Eky luan






