Lalian Jadi Saksi, Dion Bria Seran Antar SSB Malaka All Star Menuju Mimpi Besar
Malaka, Malakanews.com – Di bawah langit Lalian yang teduh dan penuh makna, mimpi-mimpi anak-anak Malaka kembali menemukan jalannya. Lapangan Seminari Lalian, yang selama ini dikenal sebagai tempat tumbuhnya panggilan suci dan nilai-nilai pengabdian, akhir pekan lalu menjadi saksi lahirnya semangat baru sepak bola Malaka dalam laga uji tanding Road to Piala Soeratin 2026, Sabtu (13/6/2026).
Di lapangan yang selama bertahun-tahun menjadi ruang pembentukan karakter dan spiritualitas itu, para pemain muda SSB Malaka All Star berlari dengan penuh keyakinan. Setiap langkah kaki, setiap sentuhan bola, dan setiap sorakan yang menggema seolah menyatu dengan harapan besar masyarakat Malaka yang mendambakan lahirnya generasi sepak bola yang tangguh dan berprestasi.
Atmosfer pertandingan semakin istimewa karena turut disaksikan langsung oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, dan Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan generasi muda tidak hanya berlangsung di ruang kelas, mimbar gereja, atau kantor pemerintahan, tetapi juga di lapangan hijau tempat karakter, disiplin, dan mimpi sedang ditempa.
Di balik perjalanan SSB Malaka All Star, sosok Dion Bria Seran tampil sebagai salah satu figur yang terus menyalakan harapan bagi sepak bola Malaka. Sebagai Direktur PS Malaka, ia meyakini bahwa sepak bola usia dini bukan sekadar kompetisi mencari kemenangan, melainkan proses panjang membangun manusia yang kuat dalam mental, kokoh dalam karakter, dan berani bermimpi besar.
Keyakinan itu tercermin dalam penampilan SSB Malaka All Star. Pada kategori U-15, skuad muda Malaka sukses menaklukkan Immaculata FC dengan skor 2-1. Anak-anak Malaka bermain tanpa rasa takut, menunjukkan keberanian yang lahir dari latihan, disiplin, dan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri.
Keberhasilan tersebut berlanjut pada kategori U-17. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh perjuangan, SSB Malaka All Star kembali meraih kemenangan dengan skor 1-0. Sebuah hasil yang mungkin terlihat sederhana di atas kertas, namun menyimpan cerita panjang tentang kerja keras, pengorbanan, dan tekad yang tidak pernah padam.
Menurut Dion Bria Seran, pembinaan usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan sepak bola Malaka. Ia percaya bahwa prestasi besar selalu lahir dari proses yang panjang dan kesabaran yang terjaga.
“Anak-anak ini adalah harapan Malaka. Yang sedang kita bangun bukan hanya kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga karakter mereka sebagai generasi penerus yang kelak akan membawa nama daerah ini ke tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Bagi Dion, sepak bola adalah sekolah kehidupan. Di dalamnya anak-anak belajar tentang arti kerja sama, menghormati sesama, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan merayakan kemenangan tanpa kehilangan kerendahan hati. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dua kemenangan yang diraih di Lalian menjadi modal penting menuju berbagai agenda kompetisi, termasuk Piala Soeratin 2026. Namun yang lebih berharga dari kemenangan itu adalah tumbuhnya keyakinan bahwa sepak bola Malaka sedang berjalan ke arah yang benar.
Di lapangan yang selama ini menjadi rumah bagi orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk nilai-nilai luhur kemanusiaan dan pelayanan, anak-anak Malaka turut menulis kisah mereka sendiri. Kisah tentang mimpi yang sedang dirawat, tentang harapan yang terus dijaga, dan tentang masa depan yang perlahan sedang dibangun.
Lalian menjadi saksi bahwa mimpi besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil. Dan selama masih ada mereka yang percaya, membina, dan mendampingi seperti yang dilakukan Dion Bria Seran bersama para pelatih dan orang tua, maka mimpi anak-anak Malaka akan terus berlari, melampaui batas-batas yang selama ini mereka bayangkan.**##//
Editor : Eky luan






