PSN Ngada Akhirnya Tumbang dari PS Malaka, Ini Bukan Sekadar Kemenangan, tetapi Sejarah 12 Tahun
Maumere, MalakaNews.com – Peluit panjang yang mengakhiri pertandingan disambut sorak-sorai para pemain PS Malaka. Di balik selebrasi itu, tersimpan kisah perjuangan panjang yang akhirnya menemukan jawabannya. Kemenangan 1-0 atas PSN Ngada pada laga Piala Soeratin U-17 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi menjadi catatan sejarah baru bagi sepak bola Kabupaten Malaka.
Gol semata wayang yang mengantar PS Malaka meraih kemenangan terasa begitu istimewa. Selama 12 tahun terakhir, PSN Ngada menjadi lawan yang belum pernah berhasil dikalahkan oleh PS Malaka. Rekor itu akhirnya patah di Stadion Gelora Samador Maumere. Hari ini, sejarah berubah. Tim muda Laskar Malaka berhasil menorehkan kemenangan yang selama bertahun-tahun hanya menjadi harapan.
Di tengah sukacita tim, Ketua DPRD Kabupaten Malaka yang juga Ketua Askab PSSI Malaka sekaligus pembina Sekolah Sepak Bola (SSB) Malaka, Adrianus Bria Seran, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Sejak tahun 2014 kami mulai membangun pembinaan sepak bola di Malaka. Hari ini baru kita bisa menang atas PSN Ngada. Ini bukan sekadar kemenangan, tetapi sejarah yang lahir dari kerja keras, kesabaran, dan proses panjang selama 12 tahun,” ungkapnya.
Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka dalam membangkitkan sepak bola mulai menunjukkan hasil. Dukungan penuh Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) terhadap pembinaan sepak bola usia dini menjadi salah satu fondasi penting yang mengubah wajah sepak bola Malaka. Perhatian terhadap pembinaan, dukungan moral, serta komitmen untuk melahirkan generasi pesepak bola muda mulai membuahkan hasil nyata.
Apa yang selama 12 tahun belum pernah terjadi, kini berhasil diwujudkan. PSN Ngada yang selama ini selalu mampu menghindari kekalahan dari PS Malaka akhirnya harus mengakui keunggulan tim asal Kabupaten Malaka. Kemenangan ini bukan hanya menghapus catatan panjang tanpa kemenangan, tetapi juga menjadi simbol lahirnya era baru sepak bola Malaka.
Bagi para pemain muda PS Malaka, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Bagi masyarakat Malaka, ini menjadi kebanggaan yang menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan prestasi.
Perjalanan di Piala Soeratin U-17 memang masih panjang. Namun kemenangan atas PSN Ngada telah mengirim pesan bahwa PS Malaka tidak lagi sekadar menjadi peserta. Tim ini datang untuk bersaing, mencetak sejarah, dan membawa nama Kabupaten Malaka semakin diperhitungkan di pentas sepak bola Nusa Tenggara Timur.
Hari ini, sejarah itu benar-benar berubah. Penantian selama 12 tahun akhirnya berakhir. Dari Maumere, PS Malaka tidak hanya membawa pulang tiga poin, tetapi juga membawa pulang kebanggaan yang akan dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan sepak bola Malaka.






