Saat Cibiran Redup, Prestasi Bicara; PS Malaka Menjadi Buah Kerja Adrianus Bria Seran

 

Maumere, MalakaNews.com – Di lapangan hijau, waktu tidak pernah berdusta. Ia mencatat setiap perjuangan, mengabadikan setiap pengorbanan, dan pada akhirnya memberi jawaban kepada mereka yang memilih bekerja daripada berbicara.

Sabtu (1/8/2026), Stadion Gelora Samador, Maumere, kembali menjadi saksi semangat juang Manu Meo Muda. PS Malaka U-17 sukses menundukkan Persap Alor dengan skor 3-2 dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 Zona NTT. Kemenangan itu menjadi yang kedua secara beruntun setelah pada laga pembuka PS Malaka lebih dulu mengalahkan PSN Ngada dengan skor 1-0.

Enam poin dari dua pertandingan menjadi modal berharga bagi PS Malaka untuk menjaga asa melangkah lebih jauh. Lebih dari sekadar angka di klasemen, hasil itu menjadi penanda bahwa sepak bola Malaka sedang bertumbuh di atas fondasi yang dibangun dengan kesabaran dan komitmen.

Sorotan kembali mengarah kepada Adrianus Dionigi Sonbay. Penyerang muda itu tampil luar biasa dengan memborong tiga gol ke gawang Persap Alor. Hattrick yang lahir dari ketajaman, keberanian, dan naluri mencetak gol itu menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga peluit akhir.

Namun, sepak bola tidak pernah dimenangkan oleh satu orang. Di balik tiga gol itu, ada kerja keras sebelas pemain yang saling menjaga, tim pelatih yang meracik strategi, serta dukungan banyak pihak yang selama ini memilih bekerja dalam senyap demi masa depan sepak bola Malaka.

Di antara mereka, nama Adrianus Bria Seran kembali mendapat perhatian. Sebagai Ketua PSSI Kabupaten Malaka sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Malaka yang telah dipercaya masyarakat selama tiga periode, ia terus menaruh perhatian pada pembinaan sepak bola usia dini. Di tengah cibiran sebagian pihak yang pernah menganggap pembinaan itu tidak akan menghasilkan apa-apa, Adrianus memilih tetap melangkah. Ia percaya bahwa prestasi bukan lahir dari janji, melainkan dari proses yang dijaga dengan kesabaran.

Hari ini, dua kemenangan beruntun PS Malaka menjadi jawaban yang tidak perlu diucapkan dengan kata-kata. Hasil di lapangan berbicara lebih lantang daripada perdebatan. Anak-anak Malaka membuktikan bahwa ketika diberi ruang untuk bertumbuh, mereka mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah.

Sentuhan kepemimpinan yang dikenal bertangan dingin perlahan melahirkan optimisme baru. Pembinaan tidak lagi berhenti sebagai program di atas kertas, tetapi telah menjelma menjadi prestasi yang mulai dirasakan masyarakat.

Meski demikian, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), mengingatkan seluruh pemain agar tidak terlena oleh kemenangan. Menurutnya, enam poin hanyalah awal dari perjalanan yang masih panjang.

SBS meminta para pemain tetap rendah hati, menjaga disiplin, menghormati setiap lawan, dan terus meningkatkan kualitas permainan. Baginya, tim yang besar bukan hanya diukur dari banyaknya kemenangan, tetapi juga dari karakter yang tetap kokoh saat berada di atas.

“Pohon yang semakin berbuah akan semakin merunduk.” Filosofi itulah yang diharapkan terus hidup dalam diri setiap pemain Manu Meo Muda.

Perjalanan PS Malaka masih panjang. Masih ada pertandingan yang harus dimenangkan, masih ada mimpi yang harus diperjuangkan. Namun, dua kemenangan atas PSN Ngada dan Persap Alor telah mengirimkan satu pesan kepada publik: ketika kerja keras dirawat dengan kesabaran, dan mimpi dijaga dengan keyakinan, maka prestasi akan datang pada waktunya.

Sebab sejarah selalu berpihak kepada mereka yang tidak berhenti melangkah, meski pernah diragukan.