Sejarah Baru! PS Malaka U-17 Tumbangkan PSN Ngada, Generasi Emas Lahir di Maumere
MALAKA – Sejarah tidak lahir begitu saja. Ia tercipta melalui perjuangan, kerja keras, air mata, dan keyakinan untuk terus melangkah meski tantangan menghadang. Hari itu, sepak bola Kabupaten Malaka menorehkan tinta emas yang akan dikenang dalam perjalanan olahraga daerah.
Bertanding pada ajang Piala Soeratin U-17 Zona Nusa Tenggara Timur di Maumere, PS Malaka U-17 sukses mengalahkan PSN Ngada dalam laga yang berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026. Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian bersejarah bagi sepak bola usia muda Kabupaten Malaka sekaligus mempertegas bahwa generasi muda Malaka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di NTT.
Hasil positif itu bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pertandingan. Lebih dari itu, kemenangan tersebut menjadi simbol keberhasilan pembinaan sepak bola yang selama ini terus dibangun melalui kerja keras para pemain, pelatih, ofisial, dukungan masyarakat, serta perhatian berbagai pihak terhadap perkembangan sepak bola di Kabupaten Malaka.
Semangat membangun sepak bola Malaka juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) bersama PSSI Kabupaten Malaka, yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan talenta muda agar mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Kemenangan atas PSN Ngada menjadi bukti bahwa Malaka kini tidak hanya hadir sebagai peserta kompetisi, tetapi mulai diperhitungkan sebagai kekuatan baru dalam sepak bola usia muda di Nusa Tenggara Timur.
Di balik peluit akhir pertandingan, lahirlah kebanggaan baru bagi masyarakat Malaka. Anak-anak muda yang mengenakan lambang daerah di dada berhasil menunjukkan bahwa mimpi besar hanya dapat diraih melalui disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Dari Maumere, sejarah itu ditulis. Dari kaki-kaki muda yang berlari tanpa mengenal lelah, nama Malaka kembali bergema. Sebab setiap kemenangan bukan hanya milik sebelas pemain di lapangan, melainkan milik seluruh masyarakat yang percaya bahwa mimpi besar selalu dimulai dari keberanian untuk berjuang.**##//






