Sentuhan Ketua DPRD Malaka di Haitimuk, Jamuan Malam Jadi Ruang Merajut Masa Depan Sepak Bola NTT

Malaka, Malakanews.com — Usai peluit terakhir laga persahabatan menggema di Lapangan Haitimuk, suasana hangat berlanjut di kediaman Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Minggu (26/4/2026) malam. Tim Star Club Oebobo TTS dijamu dalam sebuah makan malam yang bukan sekadar seremoni, melainkan ruang pertemuan penuh makna antara olahraga, persaudaraan, dan harapan.
Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Malaka yang juga Ketua PSSI Malaka, Adrianus Bria Seran, bersama TP PKK, jajaran perangkat daerah, tim pendamping pembangunan, serta official dan pemain dari kedua kesebelasan. Malam itu, Haitimuk tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga saksi tumbuhnya semangat kebersamaan lintas daerah.
Dalam suasana yang akrab, Adrianus Bria Seran menyampaikan apresiasi atas kehadiran Star Club Oebobo TTS. Baginya, pertandingan yang telah dilalui bukan sekadar hitungan gol dan skor, tetapi bagian dari perjalanan panjang membangun generasi muda melalui sepak bola—sebuah bahasa persatuan yang menyatukan Nusa Tenggara Timur.
Ia juga menegaskan bahwa Malaka tengah menata diri, bersiap menjadi salah satu tuan rumah cabang sepak bola pada PON 2028. Di balik rencana besar itu, pembinaan usia dini melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) menjadi pondasi utama—tempat mimpi-mimpi kecil mulai dirawat hingga kelak berdiri tegak sebagai prestasi.
“Ketika di Batu Putih sudah tumbuh SSB, itu bukan hal kecil. Di sanalah masa depan mulai disemai, dari kaki-kaki kecil yang berani menendang harapan,” ungkapnya dengan nada penuh keyakinan.
Sebagai Ketua PSSI Kabupaten Malaka, ia juga mengapresiasi peran Bupati dan Wakil Bupati yang terus menghadirkan ruang bagi tumbuhnya olahraga prestasi. Dukungan itu menjadi napas bagi sepak bola Malaka untuk terus bergerak, dari sekadar hobi menuju arah yang lebih terstruktur dan berdaya saing.
Di sisi lain, Manager sekaligus pelatih Star Club Oebobo TTS, Mikhael Kabu, mengaku terkesan dengan sambutan yang diterima. Ia menilai pengalaman bertanding, terlebih di malam hari dengan fasilitas yang memadai, menjadi kesan mendalam yang akan dibawa pulang.
“Ini bukan sekadar kunjungan, tapi pelajaran. Malaka menunjukkan bahwa pembinaan harus dimulai sejak dini. Ini contoh yang baik bagi kami,” ujarnya.
Jamuan malam itu pun menjadi lebih dari sekadar santap bersama. Di bawah langit Haitimuk, terjalin cerita tentang kebersamaan, tentang visi yang dipertemukan, dan tentang keyakinan bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan yang menyatukan langkah menuju masa depan yang lebih cerah bagi NTT.






