“Setiap Gol Adalah Harga Diri,” dr. Dion Bria Seran Kobarkan Mental Tempur PS Malaka Menuju Kupang

 

Malaka, Malakanews.com — Semangat juang skuad Manumeo mulai terasa dari Lapangan Haitimuk. Di bawah terik matahari dan kerasnya latihan fisik, para pemain PS Malaka terus mematangkan persiapan jelang turnamen yang akan digelar di Kupang.

Direktur sepak bola PS Malaka, Dion Bria Seran, menegaskan bahwa kondisi tim saat ini berada dalam situasi terbaik dan siap menghadapi persaingan yang akan berlangsung ketat.

 

Hal itu disampaikannya kepada Malakanews.com saat ditemui di sela-sela latihan fisik PS Malaka pada Selasa, 26 Mei 2026, di Lapangan Haitimuk.

“Kami sudah siapkan diri untuk menghadapi kekuatan lawan di turnamen nanti di Kupang. Anak-anak dalam motivasi tinggi, dan kami akan bertarung sampai menit terakhir,” tegas Dion.

 

Bagi PS Malaka, pertandingan nanti bukan sekadar soal menang atau kalah. Lebih dari itu, skuad Manumeo disebut membawa semangat dan harga diri Rai Malaka ke atas lapangan hijau.

 

Dion menilai para pemain tidak datang hanya sebagai peserta turnamen, tetapi sebagai representasi karakter masyarakat Malaka yang dikenal kuat, keras dalam perjuangan, dan tidak mudah menyerah menghadapi tekanan.

 

Karena itu, setiap umpan, tekel, hingga gol yang tercipta nantinya diyakini akan menjadi simbol keberanian dan etos juang masyarakat Rai Malaka sendiri.

Di tengah antusiasme masyarakat, banyak suporter menggambarkan spirit PS Malaka sebagai “gelombang Abudenok, Taberek, dan Beninai” — sebuah simbol kekuatan dan keteguhan yang sulit dipatahkan.

 

Semangat itulah yang kini terus dibangun dalam tubuh skuad Manumeo untuk menghadapi lawan-lawan yang diprediksi tampil dengan kecepatan, pengalaman, dan agresivitas tinggi.

 

PS Malaka datang dengan motivasi besar: membuktikan kualitas mereka di atas lapangan sekaligus menjaga martabat daerah.

 

Turnamen di Kupang nanti diperkirakan berlangsung sengit, penuh adu strategi, dan menuntut disiplin sejak menit awal pertandingan.

 

Namun bagi publik Malaka, satu hal yang paling penting adalah melihat skuad kebanggaan mereka bertarung dengan hati — membawa nama daerah dengan keberanian hingga peluit akhir berbunyi.**##//

 

Editor : Eky luan