Perjuangan PS Malaka U-17 Berakhir di Perempat Final, Gugur Dramatis Lewat Adu Pinalti

 

Maumere, MalakaNews.com – Perjuangan PS Malaka U-17 di ajang Piala Soeratin U-17 Zona NTT 2026 harus terhenti di babak perempat final. Menghadapi BMP Flores Timur di Lapangan Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (10/8/2026), PS Malaka harus mengakui keunggulan lawan setelah laga dramatis yang ditentukan melalui adu penalti dengan skor akhir 3–5.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil penuh determinasi dan saling memberikan tekanan. PS Malaka bermain disiplin, berani, dan tidak memberikan ruang mudah kepada lawan.

Para pemain muda Malaka terus berjuang menjaga asa untuk melangkah ke babak semifinal. Namun, hingga pertandingan berakhir, kedua tim belum mampu memastikan kemenangan sehingga penentuan pemenang harus dilakukan melalui drama adu penalti.
Dari titik putih, ketegangan semakin terasa. PS Malaka harus mengakui keunggulan BMP Flores Timur dengan skor 3–5. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Laskar Muda Malaka di babak delapan besar Piala Soeratin U-17 Zona NTT 2026.

Meski gagal melaju ke semifinal, perjuangan PS Malaka tetap layak mendapat apresiasi. Para pemain telah memberikan kemampuan terbaik dan menunjukkan semangat juang hingga akhir pertandingan. Pengalaman bertanding di level provinsi ini menjadi modal penting bagi perkembangan mental dan kemampuan para pemain muda Malaka.

Direktur PS Malaka, Dhion Bria Seran, meminta seluruh pemain menerima hasil tersebut dengan kepala tegak. Menurutnya, sepak bola tidak selamanya menghadirkan kemenangan.

“Namanya sepak bola, tidak selamanya kita harus menang. Hari ini kita kalah lewat adu penalti. Kita mengakui dan menghormati lawan karena mereka juga bermain baik. Tetapi saya bangga dengan semangat anak-anak. Mereka sudah berjuang sampai akhir dan memberikan yang terbaik untuk membawa nama Malaka,” ujar Dhion.

Ia menegaskan, kekalahan melalui adu penalti bukan alasan bagi para pemain untuk kehilangan semangat.
“Kekalahan hari ini bukan akhir dari perjalanan. Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk terus berlatih, memperbaiki kekurangan, dan bangkit lebih kuat. Jangan kehilangan semangat dan jangan berhenti bermimpi. Saya yakin anak-anak ini masih punya perjalanan panjang dan masa depan yang baik dalam sepak bola,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran pelatih, ofisial, Askab PSSI Malaka, Pemerintah Kabupaten Malaka, para suporter, serta seluruh masyarakat Malaka yang telah memberikan dukungan dan doa kepada PS Malaka U-17 selama mengikuti kompetisi.

Peluit panjang di Maumere mengakhiri perjalanan PS Malaka U-17 di Piala Soeratin tahun ini. Namun, kekalahan 3–5 melalui adu penalti bukanlah akhir dari sebuah mimpi.

Hari ini langkah mereka memang terhenti di perempat final. Tetapi dari Maumere, para pemain muda Malaka membawa pulang pengalaman, mental bertanding, dan pelajaran berharga untuk menjadi lebih kuat.

PS Malaka boleh tersingkir, tetapi semangat Laskar Muda Malaka tidak boleh padam. Sebab, perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi masih panjang.**##//

 

Editor : Eky luan