DBS Dhion Bria Seran Kobarkan Api Juang, Laskar Muda Manumeo Mengincar Semifinal
MALAKANEWS.COM– Satu langkah lagi. Satu pertarungan lagi. Dan satu tiket semifinal kini berada di depan mata.PS Malaka U-17 bersiap menghadapi BMP Flores Timur pada babak perempat final Piala Gubernur NTT Soeratin Cup U-17 2026. Laga penentuan itu akan berlangsung Senin (10/8/2026) pukul 15.30 WITA di Stadion Gelora Samador, Maumere.
Bagi Laskar Muda Manumeo, pertandingan ini bukan sekadar tentang 90 menit mengejar kemenangan. Ini tentang keberanian membawa nama Malaka, tentang kerja keras yang telah dibangun sejak awal turnamen, dan tentang mimpi yang kini semakin dekat dengan kenyataan.
PS Malaka melangkah ke babak delapan besar dengan status juara Grup D. Catatan tersebut menjadi modal kepercayaan diri, tetapi tidak boleh membuat para pemain terlena. Di fase gugur, tidak ada ruang untuk kesalahan. Sekali lengah, perjalanan bisa berakhir.
BMP Flores Timur pun datang dengan ambisi yang sama. Berstatus sebagai runner-up Grup B, mereka tentu tidak ingin menjadi penonton dalam perebutan tiket empat besar.
Pertarungan pun dipastikan berlangsung sengit. Dua tim akan saling menguji kekuatan, strategi, stamina, dan terutama mental.
Di tengah persiapan menuju laga penting tersebut, Pelatih Teknik PS Malaka U-17, Dhion Bria Seran, memilih menyalakan api keberanian di dada anak-anak asuhnya.
Dhion meminta para pemain tidak datang ke lapangan dengan rasa takut. Mereka harus percaya pada kemampuan sendiri, bermain sebagai satu kesatuan, dan berjuang sampai detik terakhir.
“Kita sudah sampai di titik ini karena kerja keras bersama. Jangan takut dan jangan merasa terbebani. Main dengan hati, disiplin, percaya kepada teman, dan jalankan apa yang sudah kita siapkan. Lawan kita hormati, tetapi kita tidak boleh kehilangan keberanian. Selama peluit panjang belum berbunyi, perjuangan belum selesai,” tegas Dhion.
Pesan itu bukan sekadar instruksi dari pinggir lapangan. Ada harapan besar yang dititipkan kepada kaki-kaki muda Manumeo.
Mereka membawa nama PS Malaka, tetapi di balik jersey yang dikenakan ada kebanggaan keluarga, doa para pelatih, serta harapan masyarakat Malaka yang ingin melihat putra-putra daerahnya terus melangkah di panggung sepak bola NTT.
“Kalian membawa nama PS Malaka dan membawa kebanggaan daerah. Berikan yang terbaik. Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi jangan pernah kalah dalam semangat dan perjuangan. Kita berjuang bersama untuk satu tujuan, yaitu melangkah ke semifinal,” lanjutnya.
Kini, semua persiapan akan diuji di atas rumput Stadion Gelora Samador.
Tidak ada lagi cerita tentang siapa yang lebih hebat di atas kertas. Yang berbicara adalah kaki, strategi, mental, dan semangat untuk bertahan hingga peluit terakhir.
Dari tanah Malaka, doa akan mengiringi perjalanan Laskar Muda Manumeo ke Maumere. Mereka datang bukan sekadar untuk bermain, tetapi untuk bertarung, membuktikan diri, dan membuka jalan menuju empat besar.
Senin sore, Maumere menjadi panggungnya. Sembilan puluh menit menjadi pertaruhannya. Dan keberanian menjadi senjatanya.
Jika api juang itu tetap menyala, bukan tidak mungkin dari Stadion Gelora Samador akan terdengar kabar yang dinanti seluruh masyarakat Malaka: Laskar Muda Manumeo lolos ke semifinal dan semakin dekat dengan mahkota Soeratin Cup U-17 NTT 2026.**##//
Editor : Eky luan






