Dari Wetulan, Bupati SBS Tegaskan Apresiasi untuk TNI: TMMD ke-129 Tinggalkan Jejak Nyata bagi Rakyat
Malaka, MalakaNews.com – Dari halaman SD Wetulan, Desa Na’as, Kecamatan Malaka Barat, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja sama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menyukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut resmi ditutup pada Kamis (13/8/2026), setelah selama pelaksanaannya menghadirkan berbagai pembangunan fisik dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Bagi SBS, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan yang terlihat secara fisik, tetapi juga dari kuatnya kebersamaan yang terbangun antara prajurit dan masyarakat.
Di tengah suasana penutupan, SBS memberikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas TMMD yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan pikiran bersama masyarakat selama pelaksanaan program.
“Pemerintah Kabupaten Malaka menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kerja sama seluruh personel TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat. Apa yang dikerjakan bersama ini memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” demikian pesan apresiasi SBS dalam momentum penutupan TMMD.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Wakapolres Malaka, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Malaka, jajaran OPD, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, serta warga.
Dari jajaran TNI hadir Komandan Kodim 1605/Belu sekaligus Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, S.I.P., M.H.I., serta Kapten Arm Rosy Pujiantoro dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad bersama jajaran personel TNI.
Selama pelaksanaan TMMD ke-129, sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan. Salah satunya pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang 1,5 kilometer atau 1.500 meter yang kini membuka akses lebih baik bagi masyarakat, khususnya para petani.
Jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian sekaligus membuka peluang bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Satgas TMMD menyelesaikan 9 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 5 unit sumur bor, 5 unit MCK, serta Optimalisasi Lahan (OPLAH) seluas 1 hektare untuk mendukung ketahanan pangan.
Program sosial juga menjadi bagian dari pengabdian. Sebanyak 100 paket sembako dan nutrisi bagi anak-anak stunting disalurkan, fasilitas umum dan fasilitas sosial dibersihkan, serta dilakukan penghijauan di bantaran Sungai Benenai dengan menanam 100 pohon jenis asam, mahoni, dan merbau.
Pada sektor nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai penyuluhan, mulai dari wawasan kebangsaan, rekrutmen TNI, penanggulangan bencana alam, pertanian, peternakan, kesehatan gratis, hukum hingga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bagi SBS, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan akan menjadi lebih kuat ketika pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat berada dalam satu barisan.
“Yang dibangun bukan hanya jalan, rumah atau sarana lainnya. Yang paling penting adalah kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat,” menjadi pesan penting dari momentum penutupan tersebut.
TMMD ke-129 pun akhirnya ditutup. Namun, jejak pengabdiannya tidak ikut berhenti di halaman SD Wetulan.
Jejak itu kini membentang sepanjang 1,5 kilometer jalan usaha tani, hadir melalui rumah-rumah warga yang mendapat perhatian, mengalir dari lima sumur bor, serta tumbuh dalam seratus pohon yang ditanam di bantaran Sungai Benenai.
Dari Wetulan, SBS dan seluruh elemen yang terlibat kembali menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang apa yang selesai dikerjakan hari ini.
Pembangunan adalah tentang bagaimana kebersamaan meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan rakyat untuk hari esok.
Dan di situlah TMMD ke-129 meninggalkan warisan terbesarnya bagi Malaka: kemanunggalan TNI dan rakyat yang semakin kokoh.**##//
Editor : Eky luan






