ABS : Sang Arsitek di Balik Harumnya Nama PS Malaka dan Kebangkitan Manumeo

 

Malaka, MalakaNews.com – Di setiap kejayaan PS Malaka yang bergema di lapangan hijau, ada satu nama yang nyaris tak pernah lepas dari cerita itu: Adrianus Bria Seran, SH. Bagi banyak orang, ia bukan sekadar Ketua PSSI Kabupaten Malaka atau politikus Partai Golkar. Ia adalah sosok yang menanam mimpi, membangun fondasi, dan menjaga nyala semangat sepak bola Manumeo agar terus hidup dari generasi ke generasi. Seperti pelita yang tetap menyala di tengah gelap, dedikasinya menjadi arah bagi lahirnya talenta-talenta muda yang kelak membawa nama Malaka terbang lebih tinggi.

Bagi masyarakat Malaka, Adrianus Bria Seran adalah figur yang identik dengan warna kuning. Namun, warna itu bukan hanya simbol identitas politiknya, melainkan lambang optimisme, semangat, dan pengabdian. Sebagai kader Partai Golkar yang telah tiga kali dipercaya memimpin DPRD Kabupaten Malaka, ia dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan rakyat. Di setiap ruang perjumpaan, dari desa hingga lapangan sepak bola, ia hadir dengan kesederhanaan dan kepedulian yang membuatnya mudah diterima oleh semua kalangan.

Ketika berbicara tentang sepak bola Malaka, sulit rasanya memisahkan nama Adrianus Bria Seran dari perjalanan panjang PS Malaka, atau yang lebih akrab dikenal dengan julukan Manumeo Malaka. Di balik harum dan besarnya nama klub kebanggaan masyarakat itu, ada kerja panjang yang dibangun dengan kesabaran dan ketekunan. Ia menjadi salah satu pionir yang meyakini bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan alat pemersatu, ruang pembentukan karakter, sekaligus jembatan bagi anak-anak muda untuk menggapai masa depan.

Di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua PSSI Kabupaten Malaka, pembinaan sepak bola tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada proses. Ia percaya bahwa sebuah tim besar lahir dari pembinaan yang berkelanjutan dan mentalitas yang kuat. Karena itu, disiplin latihan, kekompakan, dan semangat pantang menyerah selalu menjadi nilai yang ditanamkan kepada setiap pemain yang mengenakan lambang Manumeo di dada mereka.

Buah dari proses panjang itu terlihat nyata ketika PS Malaka berhasil menjuarai Piala El Tari Cup 2019. Gelar tersebut menjadi salah satu momen bersejarah yang membangkitkan kebanggaan masyarakat Malaka. Namun, bagi Adrianus Bria Seran, trofi hanyalah simbol dari sebuah perjuangan. Di baliknya ada latihan tanpa mengenal lelah, ada pembinaan yang konsisten, dan ada keyakinan bahwa anak-anak daerah mampu bersaing jika diberikan kesempatan dan dukungan yang memadai.

Mereka yang mengenalnya di dunia sepak bola menyebut Adrianus Bria Seran sebagai sosok yang tegas dalam pembinaan. Ia tidak pernah menginginkan keberhasilan yang lahir secara instan. Baginya, pemain hebat dibentuk oleh proses, ditempa oleh kedisiplinan, dan dikuatkan oleh mental juara. Karena itu, ia selalu memberi perhatian pada pembinaan usia dini, sebab ia memahami bahwa masa depan sepak bola Malaka ditentukan oleh bagaimana generasi muda dipersiapkan hari ini.

Komitmen itu kembali membuahkan hasil ketika Tunas Muda PS Malaka berhasil melangkah hingga tingkat nasional pada tahun lalu. Prestasi tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kerja keras yang dibangun secara bertahap. Di balik keberhasilan para pemain muda itu, ada tangan dingin seorang pemimpin yang percaya bahwa setiap anak Malaka memiliki potensi untuk bersinar jika dibimbing dengan ketulusan dan kesempatan yang adil.

Lebih dari itu, Adrianus Bria Seran memandang sepak bola sebagai ruang untuk membentuk karakter. Di lapangan hijau, anak-anak belajar tentang arti kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan menghormati lawan. Kemenangan memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana olahraga melahirkan generasi yang tangguh, berintegritas, dan mencintai daerahnya. Filosofi itulah yang terus ia tanamkan dalam setiap langkah pembinaan sepak bola di Kabupaten Malaka.

Tak berlebihan jika banyak kalangan menilai bahwa di balik harum dan dikenalnya nama PS Malaka atau Manumeo Malaka, ada dedikasi panjang seorang Adrianus Bria Seran. Ia bukan hanya membangun sebuah tim, tetapi juga membangun harapan. Dari lapangan-lapangan sederhana di pelosok desa, ia menyalakan keyakinan bahwa putra-putra Malaka mampu berdiri sejajar dan bersaing dengan daerah lain, bahkan membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.

Seperti pohon besar yang tumbuh dari akar yang kokoh, kejayaan sepak bola Malaka hari ini tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari ketulusan, kesabaran, dan kerja keras yang dirawat bertahun-tahun. Adrianus Bria Seran telah menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati bukan sekadar berada di garis depan saat kemenangan diraih, tetapi hadir dalam setiap proses, menguatkan saat tantangan datang, dan tetap percaya pada mimpi-mimpi yang sedang diperjuangkan.

Bagi masyarakat Malaka, nama Adrianus Bria Seran, SH bukan hanya tercatat sebagai Ketua PSSI Kabupaten Malaka atau seorang politikus senior. Ia adalah salah satu wajah dari semangat yang terus menjaga nyala api Manumeo Malaka. Sebab di balik setiap sorak kemenangan, kibaran bendera, dan langkah para pemain di lapangan hijau, ada pengabdian yang bekerja tanpa lelah—pengabdian seorang tokoh yang memilih membangun generasi, menjaga mimpi, dan mengharumkan nama Malaka melalui sepak bola. Di sanalah warisan sejatinya tumbuh, bukan hanya pada piala dan prestasi, tetapi pada harapan yang terus hidup di hati anak-anak Malaka yang bercita-cita menjadi kebanggaan daerahnya.**##//

 

Editor : Eky luan