ABS: Juara Adalah Awal Perjalanan Sepak Bola Malaka
MALAKA, MalakaNews.com – Sorak tepuk tangan menggema di halaman kediaman Bupati Malaka di Haitimuk. Senyum bangga terpancar dari wajah para orang tua, pelatih, ofisial, dan masyarakat yang menyambut kepulangan para pahlawan muda dari lapangan hijau. Di tangan mereka memang tergenggam trofi juara, tetapi yang sesungguhnya dibawa pulang adalah harapan baru—bahwa dari tanah Rai Malaka, mimpi besar tentang sepak bola terus bertumbuh dan mulai menatap panggung yang lebih tinggi.
Di atas hamparan rumput hijau, mimpi-mimpi besar tidak pernah lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari ribuan sentuhan bola, peluh yang menetes di setiap latihan, dan tekad yang tak pernah padam meski berkali-kali diuji. Sepak bola bukan sekadar permainan sebelas lawan sebelas, melainkan sekolah kehidupan yang mengajarkan disiplin, keberanian, persaudaraan, dan keyakinan bahwa kerja keras akan selalu menemukan jalannya menuju kemenangan.
Semangat itulah yang disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Malaka yang juga Ketua PSSI Kabupaten Malaka dan Ketua SSB Malaka, Adrianus Bria Seran, SH, saat menyambut kepulangan para juara PS Malaka U13 dan U15 yang sukses menjuarai Piala Gubernur NTT Soeratin Cup 2026. Penyambutan berlangsung di kediaman Bupati Malaka di Haitimuk, Rabu (15/7/2026), dalam suasana penuh kebanggaan dan rasa syukur.
Di hadapan para pemain, pelatih, ofisial, orang tua, dan tamu undangan, Adrianus menyampaikan ucapan proficiat kepada seluruh keluarga besar PS Malaka yang telah mengharumkan nama Kabupaten Malaka di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut Adrianus, gelar juara yang diraih bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan. Sebaliknya, kemenangan itu menjadi pintu pembuka menuju perjalanan yang lebih panjang dalam membangun masa depan sepak bola Malaka.
“Hari ini kalian membawa pulang trofi, tetapi sesungguhnya kemenangan terbesar adalah karakter yang kalian bangun selama proses itu. Seorang juara tidak lahir ketika mengangkat piala, melainkan saat tetap berlatih keras, tetap disiplin, dan tetap percaya pada mimpi meski tidak ada yang melihat perjuangannya,” ujar Adrianus.
Bagi Ketua PSSI Kabupaten Malaka itu, sepak bola bukan sekadar olahraga yang mengejar kemenangan selama 90 menit. Lebih dari itu, sepak bola merupakan ruang pembentukan karakter, tempat anak-anak belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, dan keberanian bangkit setiap kali menghadapi kegagalan.
“Lapangan hijau adalah ruang pendidikan karakter. Di sanalah anak-anak belajar bahwa kemenangan tidak bisa dibeli, tetapi harus diperjuangkan dengan kerja keras, kejujuran, disiplin, dan rasa saling percaya. Itulah nilai yang ingin terus kami tanamkan melalui pembinaan sepak bola di Kabupaten Malaka,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan PS Malaka U13 dan U15 menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini yang dilakukan secara konsisten mulai menunjukkan hasil nyata. Prestasi tersebut lahir dari kerja keras para pemain, dedikasi pelatih dan ofisial, dukungan orang tua, serta sinergi semua pihak yang memiliki mimpi yang sama untuk memajukan sepak bola Malaka.
Karena itu, Adrianus mengingatkan agar para pemain tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, trofi hanyalah awal dari tantangan yang lebih besar untuk terus berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
“Jangan berhenti bermimpi hanya karena hari ini kalian menjadi juara NTT. Jadikan kemenangan ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh. Saya percaya, dari lapangan-lapangan sederhana di Malaka akan lahir pemain-pemain yang suatu hari mengenakan lambang Garuda di dada dan mengharumkan Indonesia,” katanya, disambut tepuk tangan meriah.
Pada kesempatan itu, Adrianus juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Wakil Bupati Henri Melki Simu yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia dini.
Menurutnya, komitmen pemerintah daerah menjadi fondasi penting yang membuat pembinaan sepak bola di Kabupaten Malaka terus berkembang hingga mampu mencetak prestasi yang kini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Direktur PS Malaka, dr. Dion Bria Seran, beserta seluruh jajaran manajemen, pelatih, dan ofisial yang telah bekerja tanpa mengenal lelah membangun tim hingga berhasil mengantarkan PS Malaka U13 dan U15 berdiri di podium tertinggi Piala Gubernur NTT Soeratin Cup 2026.
Di penghujung acara, tepuk tangan kembali bergema ketika para pemain mengangkat trofi juara di hadapan masyarakat. Momen itu menjadi simbol bahwa kemenangan hari itu bukan hanya milik para pemain, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Malaka yang percaya bahwa mimpi besar selalu lahir dari kerja keras, doa, dan kebersamaan.
Bagi Adrianus Bria Seran, trofi Soeratin Cup bukanlah akhir dari cerita, melainkan halaman pertama dari sebuah babak baru. Sebab di balik kilaunya piala, tersimpan cita-cita yang jauh lebih besar: menjadikan Malaka sebagai salah satu lumbung lahirnya pesepak bola terbaik Nusa Tenggara Timur, bahkan Indonesia.
Dari lapangan-lapangan sederhana di bumi perbatasan, sejarah baru sepak bola Malaka terus ditulis. Satu generasi telah membuktikan bahwa mimpi dapat menjadi kenyataan. Kini, tugas berikutnya adalah menjaga api itu tetap menyala agar terus menerangi langkah generasi-generasi yang akan datang.**##//
Editor : Eky luan






