Api Unggun Menyala, Semangat Kebersamaan Botin Leobele Sejalan dengan Arah Pembangunan Bupati dan wakil Bupati SBS-HMS

 

Menerangi Lapangan Kantor Camat Botin Leobele, Minggu malam (16/8/2026). Di tengah suasana menjelang detik-detik peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah kecamatan bersama masyarakat larut dalam semangat kebersamaan dan nasionalisme

Cahaya api yang menjulang di tengah malam bukan sekadar menjadi penerang. Kobaran tersebut menjadi simbol semangat perjuangan, persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap Tanah Air yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Anak-anak, pemuda, tokoh masyarakat hingga para orang tua hadir dan menyatu dalam suasana penuh keakraban. Tidak ada sekat antara pemerintah dan masyarakat. Semua berkumpul dalam satu semangat menyambut hari bersejarah bangsa Indonesia.

 

Semangat kebersamaan yang tumbuh di Botin Leobele tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang terus didorong Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan daerah.

 

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, semangat pembangunan tidak hanya terlihat dalam program dan kebijakan, tetapi juga dalam bagaimana pemerintah hadir bersama masyarakat, membangun rasa memiliki, memperkuat persatuan serta menumbuhkan optimisme dari tingkat kecamatan hingga ke pelosok desa.

Api unggun malam itu pun seakan menjadi metafora. Api boleh padam ketika kayu habis terbakar, tetapi semangat kebersamaan tidak boleh ikut padam. Semangat itulah yang diharapkan terus hidup dalam kerja, pelayanan, gotong royong dan pengabdian untuk membangun Botin Leobele dan Kabupaten Malaka.

 

Peringatan HUT RI di Botin Leobele akhirnya bukan sekadar seremoni. Ia menjadi ruang untuk mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat sekaligus meneguhkan kembali semangat Merah Putih di tengah kehidupan warga.

 

Dari Lapangan Kantor Camat Botin Leobele, kobaran api unggun mengirim pesan sederhana: kemerdekaan diwarisi dengan perjuangan, tetapi kemajuan daerah harus dijaga dengan kebersamaan.

 

Malam itu, api unggun menyala. Semangat warga berkobar. Dan dari Botin Leobele, optimisme menyambut 17 Agustus 2026 terus mengalir dalam semangat kebersamaan menuju Malaka yang semakin maju.**##//

 

Editor : Eky luan