Sehari Dilantik, Langsung Bergerak: Ketua PMI Buka Posko, Direktur RSUPP Utus 10 Nakes ke Flores
Malaka, MalakaNews.com — Baru sehari menerima amanah sebagai Ketua Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka periode 2026–2031, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, langsung menunjukkan bahwa jabatan bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk bergerak dan melayani.
Belum lama prosesi pelantikan usai, langkah kemanusiaan mulai terlihat.
Sebagai Ketua PMI Kabupaten Malaka, dr. Oktelin membuka posko kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di Flores.
Namun gerakan kemanusiaan itu tidak berhenti di posko.
Dalam kapasitasnya sebagai Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin kembali mengambil langkah nyata dengan menyiapkan 10 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat untuk dikirim ke wilayah terdampak gempa di Flores.
Dua jabatan.
Dua ruang pengabdian.
Namun satu tujuan: kemanusiaan.
Di tengah situasi bencana yang membutuhkan kehadiran tenaga medis, RSUPP Betun memilih tidak hanya menunggu. Sepuluh tenaga kesehatan disiapkan untuk turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Bagi dr. Oktelin, kepedulian tidak cukup hanya diucapkan.
Ia harus diwujudkan dalam tindakan.
Sebagai Ketua PMI, ia menggerakkan pintu kemanusiaan melalui posko. Sebagai Direktur RSUPP Betun, ia menggerakkan kekuatan tenaga kesehatan untuk membantu saudara-saudara di Flores.
Langkah tersebut menjadi sebuah pesan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah maupun jabatan.
Ketika Flores terluka, Malaka ikut merasakan.
Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, tangan-tangan kemanusiaan harus bergerak.
Dan sehari setelah dilantik, gerakan itu sudah dimulai.
Bukan tentang siapa yang paling cepat mendapat jabatan, tetapi siapa yang paling cepat menghadirkan manfaat setelah menerima amanah.
Dari Malaka, kepedulian itu berangkat menuju Flores.
Sepuluh tenaga kesehatan membawa ilmu dan keterampilan.
PMI membawa semangat kemanusiaan.
Dan di atas semuanya, ada satu pesan: saudara yang sedang tertimpa bencana tidak boleh berjalan sendirian.**##//
Editor : Eky luan






