Adrianus Bria Seran dan Kebangkitan Sepak Bola Malaka, Manumeo Siap Bertarung Demi Martabat Daerah

 

Malaka, Malakanews.com — Sepak bola di Rai Malaka perlahan tidak lagi hanya menjadi hiburan rakyat di sore hari. Ia telah berubah menjadi denyut harapan baru, tempat anak-anak muda menaruh mimpi, dan ruang di mana nama Malaka mulai diperjuangkan dengan kebanggaan.

 

Di tengah kebangkitan itu, nama Adrianus Bria Seran atau ABS menjadi salah satu sosok yang terus hadir menyalakan semangat sepak bola di daerah. Sebagai Ketua PSSI Malaka sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Malaka, ia dinilai membawa energi baru bagi perkembangan olahraga yang kini semakin hidup di tengah masyarakat.

 

Dari lapangan desa yang sederhana hingga persiapan menuju turnamen besar di Kupang, semangat itu kini tumbuh dalam tubuh skuad Manumeo, PS Malaka. Di Lapangan Haitimuk, tempat para pemain ditempa, suara sepatu menghantam rumput terdengar seperti irama perjuangan anak-anak Rai Malaka yang sedang mengejar masa depan.

 

Keringat yang jatuh di lapangan bukan lagi sekadar bagian dari latihan. Ia menjadi simbol kerja keras, disiplin, dan tekad untuk membawa nama Malaka berdiri sejajar dengan daerah lain di Nusa Tenggara Timur.

 

Direktur sepak bola PS Malaka, Dion Bria Seran, memastikan seluruh pemain kini berada dalam kondisi terbaik dan penuh motivasi menghadapi turnamen di Kupang.

“Kami sudah siapkan diri untuk menghadapi kekuatan lawan di turnamen nanti di Kupang. Anak-anak dalam motivasi tinggi, dan kami akan bertarung sampai menit terakhir,” tegas Dion saat ditemui Malakanews.com di sela latihan fisik, Selasa, 26 Mei 2026.

 

Bagi Manumeo, perjalanan menuju Kupang bukan sekadar tentang sepak bola. Ada harga diri Rai Malaka yang ikut dibawa bersama langkah para pemain muda itu. Ada doa masyarakat yang diam-diam dititipkan di pundak mereka.

 

Karena itu, setiap umpan terasa seperti pesan keberanian. Setiap tekel menjadi lambang keteguhan. Dan setiap gol nantinya akan menjadi teriakan kebanggaan dari tanah Malaka yang tidak pernah ingin dipandang kecil.

 

Banyak masyarakat menggambarkan spirit PS Malaka seperti gelombang Abudenok dan arus Beninai — keras diterpa, namun tetap bergerak maju dan sulit dipatahkan. Filosofi itu kini hidup dalam permainan Manumeo: berani, pantang menyerah, dan bertarung sampai akhir.

 

Kebangkitan sepak bola Malaka hari ini pun mulai terasa nyata. Lapangan semakin ramai, dukungan masyarakat semakin besar, dan anak-anak muda mulai percaya bahwa mereka juga mampu bersinar lewat olahraga.

Di bawah semangat yang terus dibangun Adrianus Bria Seran bersama seluruh pecinta sepak bola Malaka, Manumeo kini bersiap menuju Kupang dengan satu keyakinan: bermain dengan hati, menjaga martabat daerah, dan pulang membawa kebanggaan untuk Rai Malaka.

 

Sebab bagi masyarakat Malaka, sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah. Ia adalah tentang mimpi, persatuan, dan harga diri sebuah daerah yang terus ingin bangkit dan melangkah lebih jauh.