“Dari Aula Kantor Bupati Malaka, SBS Tegaskan: Kesehatan Dimulai dari Kesadaran, Bukan Sekadar Obat”

Malaka, Malakanews.com – Di ruang Aula Kantor Bupati Malaka, Selasa (28/4/2026), suasana forum konsolidasi dan evaluasi program kesehatan berubah menjadi ruang perenungan bersama tentang arah masa depan kesehatan daerah. Pemerintah Kabupaten Malaka menggelar kegiatan ini sebagai bagian dari evaluasi program bidang kesehatan tahun 2025–2026.
Bupati Malaka, Dr. Stefanus Bria Seran, M.P.H (SBS), hadir dan menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak boleh hanya berhenti pada urusan mengobati yang sakit, tetapi harus bergerak lebih jauh ke hulu: menjaga yang sehat tetap sehat.
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan tersebut, SBS menggambarkan kesehatan sebagai perjalanan panjang yang dimulai jauh sebelum seseorang masuk ruang perawatan. Menurutnya, di titik itulah letak tantangan terbesar.
“Yang paling sulit bukan mengobati orang sakit, tetapi menjaga orang sehat tetap sehat,” ujar SBS dengan nada menegaskan namun reflektif.
Ia menjelaskan, sistem kesehatan memiliki dua wajah yang tidak bisa dipisahkan. Di satu sisi ada pelayanan kuratif untuk menyembuhkan, namun di sisi lain ada upaya promotif dan preventif yang justru menjadi fondasi utama agar masyarakat tidak jatuh sakit.
Bupati SBS juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, karena kesehatan tidak berdiri sendiri. Ia menyebut bahwa keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada komunikasi yang kuat antara pemerintah daerah, dinas kesehatan, tenaga medis, hingga pemerintah provinsi.
“Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum baik kita perbaiki bersama. Semua harus berjalan dalam satu irama pelayanan,” tegasnya.
Forum di Aula Kantor Bupati Malaka itu kemudian menjadi ruang evaluasi sekaligus penyatuan langkah. Pemerintah daerah berharap hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada catatan rapat, tetapi benar-benar menjadi arah baru dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Dengan demikian, Malaka tidak hanya mengejar masyarakat yang sembuh dari sakit, tetapi juga masyarakat yang mampu menjaga dirinya tetap sehat—sebuah cita-cita yang dibangun bukan hanya dengan obat, tetapi dengan kesadaran.**##//
Editor : Eky luan






