Dokter Paham Ilmu, Tapi Pencegahan Butuh Kesadaran: SBS Dorong Revolusi Kesehatan dari Hulu

Malaka, Malakanews.com – Bupati Malaka, Dr. Stefanus Bria Seran, M.P.H (SBS), kembali menegaskan arah pembangunan kesehatan daerah yang tidak hanya bertumpu pada pengobatan, tetapi lebih kuat pada upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat.
Penegasan ini disampaikan saat jumpa pers usai forum konsolidasi, evaluasi, dan penguatan program bidang kesehatan Kabupaten Malaka tahun 2025–2026 yang digelar pada 27–28 April 2026 di Aula Kantor Bupati Malaka.
Forum tersebut menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi capaian program kesehatan sekaligus merumuskan strategi ke depan yang lebih terarah.
Dalam suasana yang reflektif, Bupati SBS menyampaikan bahwa para tenaga medis, khususnya dokter, sejatinya adalah orang-orang yang paling memahami ilmu kesehatan. Mereka menguasai diagnosis, terapi, hingga langkah penyembuhan. Namun, menurutnya, tantangan terbesar justru bukan terletak pada kemampuan mengobati.
“Dokter itu paham kesehatan. Mereka tahu bagaimana menyembuhkan orang sakit. Tetapi menjaga orang sehat tetap sehat, itu jauh lebih sulit,” ungkapnya.
Ia menggambarkan bahwa kesehatan sering kali baru disadari nilainya ketika seseorang telah jatuh sakit. Di titik itulah peran fasilitas layanan kesehatan menjadi penting. Namun sebelum itu terjadi, menurut SBS, ada ruang besar yang harus diisi dengan kesadaran, edukasi, dan perubahan perilaku masyarakat.
Karena itu, ia mendorong agar pendekatan promotif dan preventif tidak sekadar menjadi program di atas kertas, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat.
“Kalau kita hanya fokus pada pengobatan, kita akan selalu berada di hilir. Sementara pencegahan itu ada di hulu. Di situlah kita harus kuat,” tegasnya.
Lebih jauh, SBS menekankan bahwa pembangunan kesehatan bukanlah tugas satu sektor semata. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri.
Menurutnya, komunikasi yang baik dan koordinasi lintas sektor menjadi fondasi penting agar setiap program berjalan selaras dan memberikan dampak nyata.
“Yang sudah baik kita pertahankan. Yang belum, kita benahi bersama. Semua harus dikomunikasikan, termasuk dengan Dinas Kesehatan Provinsi, supaya pelayanan kita semakin maksimal,” ujarnya.
Dalam sudut pandang yang lebih reflektif, Bupati SBS menegaskan bahwa kesehatan bukan sekadar urusan medis, tetapi tentang kesadaran menjaga sebelum sakit datang.
bahwa kesehatan bukan sekadar urusan medis, tetapi juga tentang cara hidup—tentang menjaga sebelum kehilangan, merawat sebelum sakit datang.
Melalui forum yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka ini, pemerintah daerah berharap lahir langkah-langkah konkret yang tidak hanya memperkuat layanan kesehatan, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Dengan demikian, cita-cita menghadirkan masyarakat Malaka yang sehat tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari.






