Di Tangan Dhion Bria Seran, Mimpi Sepak Bola Muda Malaka Terus Menemukan Arah
Malaka, malakanews.com — Malam di Lapangan Sepak Bola Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Minggu (9/5/2026), tidak hanya dipenuhi suara sorakan dan gemuruh tepuk tangan. Di balik pertandingan uji tanding antara PS Malaka All Star U-17 melawan SKO Kupang, tersimpan kerja panjang yang perlahan sedang membentuk masa depan sepak bola muda Malaka. Sosok itu terlihat berdiri di tepi lapangan, mengamati setiap gerakan pemain dengan tatapan serius namun penuh harapan. Ia adalah Dhion Bria Seran.
Bagi Dhion, pertandingan malam itu bukan sekadar soal hasil akhir. Setiap operan, pergerakan, dan semangat para pemain muda menjadi bagian dari proses panjang membangun karakter dan mental bertanding. Di bawah cahaya lampu Lapangan Betun, ia seperti sedang menyaksikan tunas-tunas muda yang perlahan tumbuh membawa harapan baru bagi sepak bola Malaka.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. PS Malaka All Star U-17 langsung tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan cepat pada babak pertama. Dukungan masyarakat yang memadati pinggir lapangan membuat semangat para pemain muda tuan rumah semakin menyala. Tidak lama berselang, PS Malaka kembali menambah gol dan memperlebar keunggulan menjadi 2-1
Namun SKO Kupang menunjukkan daya juang yang tidak mudah runtuh. Perlahan tim tamu bangkit dan mulai mengimbangi permainan hingga berhasil memperkecil ketertinggalan. Tekanan demi tekanan terus diberikan sebelum akhirnya mereka menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Duel berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan, menghadirkan pertandingan penuh tensi namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Di tengah jalannya pertandingan, Dhion tampak beberapa kali memberi arahan kepada para pemain dari pinggir lapangan. Tatapannya tidak hanya mengikuti bola, tetapi juga memperhatikan disiplin, kerja sama, dan keberanian para pemain muda Malaka. Baginya, sepak bola bukan hanya tentang kemenangan sesaat, melainkan perjalanan panjang membentuk generasi yang kuat menghadapi tekanan dan tantangan.
“Pertandingan ini menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Turnamen Soeratin Cup di Kupang,” ujar Dhion Bria Seran.
Ia berharap para pemain muda PS Malaka semakin matang dalam strategi permainan dan kekompakan tim. Menurutnya, kemampuan teknik memang penting, tetapi mental dan keberanian untuk bangkit saat berada di bawah tekanan adalah hal yang menentukan masa depan seorang pemain.
Malam itu, Lapangan Betun terasa lebih dari sekadar arena pertandingan. Di atas rumput hijau yang diterangi cahaya lampu, masyarakat menyaksikan bagaimana mimpi-mimpi muda sedang dipupuk dengan kesabaran dan keyakinan. Sepak bola kembali menjadi bahasa yang menyatukan harapan, sementara di pinggir lapangan, Dhion Bria Seran terus menjaga nyala itu agar tidak padam di tanah Malaka.**##//
Editor : Eky luan






