“Di Bawah Sorotan Lampu Betun, Bupati Stefanus Bria Seran Saksikan Semangat Juang PS Malaka U-17 Tahan Imbang SKO Kupang 2-2”

 

Malaka, Malakanews.com — Malam di Lapangan Sepak Bola Betun, Kecamatan Malaka Tengah, sabtu (9/5/2026), terasa lebih hidup dari biasanya. Cahaya lampu yang menyinari rumput hijau lapangan berpadu dengan riuh sorak masyarakat yang memadati sisi lapangan, menghadirkan suasana yang penuh semangat dan harapan. Di tengah atmosfer itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran hadir menyaksikan langsung laga uji tanding antara PS Malaka All Star U-17 melawan SKO Kupang bersama pimpinan perangkat daerah, Ketua DPRD Kabupaten Malaka Adrianus Bria Seran, dan tim pendamping pembangunan. Kehadiran mereka seolah menjadi tanda bahwa mimpi sepak bola muda Malaka masih terus dijaga dan dinyalakan.

Peluit awal baru saja dibunyikan, PS Malaka All Star U-17 langsung menghadirkan kejutan yang membakar semangat penonton. Marlo bernomor punggung 19 sukses mencetak gol cepat pada menit pertama, membuat tepuk tangan dan teriakan dukungan menggema di bawah langit malam Betun. Tidak butuh waktu lama, Ardi nomor punggung 9 kembali menggandakan keunggulan pada menit ke-15. Di tengah gemuruh suara masyarakat, lapangan itu terasa seperti panggung harapan tempat anak-anak muda Malaka berlari membawa mimpi dan kebanggaan daerahnya.

Di pinggir lapangan, Stefanus Bria Seran tampak berdiri memperhatikan setiap jalannya pertandingan dengan penuh semangat. Tatapannya mengikuti pergerakan bola dari kaki ke kaki, sementara dukungan yang ia berikan seolah mengalir menjadi tenaga tambahan bagi para pemain muda Malaka. Kehadirannya menghadirkan keyakinan bahwa perjuangan anak-anak di lapangan tidak berjalan sendiri, melainkan ditemani harapan besar seluruh masyarakat yang ingin melihat sepak bola Malaka terus bertumbuh dan berprestasi.

 

Namun SKO Kupang menunjukkan bahwa mereka datang dengan semangat juang yang tidak mudah dipatahkan. Perlahan namun pasti, tim tamu bangkit dari tekanan dan mulai menemukan ritme permainan. Gol Ardi Raja nomor punggung 21 menjadi awal kebangkitan SKO Kupang sebelum Yombri nomor 16 menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pertandingan berlangsung sengit, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas, menghadirkan duel yang membuat masyarakat terpaku hingga peluit panjang dibunyikan.

 

Malam itu, Lapangan Betun tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola, tetapi juga ruang tempat kebersamaan tumbuh dan harapan dipertemukan. Anak-anak, orang tua, hingga para pecinta sepak bola berdiri menikmati jalannya pertandingan dengan antusias yang tidak surut. Lapangan yang pernah menjadi saksi kejayaan PS Malaka saat menjuarai El Tari Memorial Cup 2019 kembali dipenuhi semangat dan kerinduan masyarakat terhadap sepak bola daerah yang mampu menyatukan banyak hati.

 

Kehadiran Stefanus Bria Seran di tengah pertandingan menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap pembinaan generasi muda tidak hanya hadir lewat program dan kebijakan, tetapi juga melalui dukungan langsung di lapangan. Di bawah sorotan lampu Betun, semangat yang ia tunjukkan seperti memberi keyakinan kepada para pemain muda bahwa setiap perjuangan mereka sedang disaksikan dan dihargai.

 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka, Ade San, mengatakan laga tersebut menjadi bagian dari evaluasi pembinaan pemain muda yang selama ini terus dijalankan secara rutin. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Malaka berkomitmen membangun sepak bola usia dini melalui latihan berkelanjutan, kompetisi lokal, hingga uji tanding dengan tim luar daerah. Baginya, semangat anak-anak muda di lapangan adalah cahaya kecil yang harus terus dijaga agar sepak bola Malaka tidak kehilangan arah dan masa depannya.

 

“Laga seperti ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk terus berkembang,” ujar Ade San.

 

Sementara itu, Direktur Teknik PS Malaka, dr. Dhion Bria Seran, SpOG, menambahkan pertandingan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Turnamen Soeratin Cup kelompok umur di Kupang. Ia berharap para pemain semakin matang dalam kerja sama tim, strategi permainan, dan mental bertanding agar mampu membawa nama Malaka berprestasi di tingkat provinsi. Baginya, setiap pertandingan adalah ruang belajar untuk menempa karakter, karena kemenangan besar selalu lahir dari keberanian untuk terus berproses.

 

Uji tanding yang berlangsung hari itu bukan hanya menjadi ajang pembinaan pemain muda, tetapi juga hiburan rakyat yang mempererat hubungan olahraga antara Kabupaten Malaka dan Kota Kupang. Di bawah sorotan lampu Betun, sepak bola kembali membuktikan dirinya sebagai bahasa yang mampu menyatukan semangat, harapan, dan kebanggaan masyarakat dalam satu lapangan yang sama.**##//

 

Editor : Eky luan