Pantai Cemara Abudenok Berduka” Abudenok hilang rasa dari masyarakat malaka

 

Pantai Cemara Abudenok di Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, hari ini tidak hanya menawarkan debur ombak dan semilir angin laut. Ia juga menyimpan sunyi yang panjang. Di pasir yang biasanya dipijak tawa pengunjung, tersisa jejak duka: seorang pelajar SMP pergi tak kembali.

Pantai yang selama ini dipromosikan sebagai ruang rekreasi, seketika berubah menjadi ruang kehilangan. Keindahan alam yang kerap dalam  pariwisata, hari ini menuntut kita untuk jujur: wisata bukan hanya soal pemandangan,  dan  kunjungan.

Di balik pohon cemara yang rindang, laut tetaplah laut—dengan arus, ombak, dan risiko yang tak selalu bisa dibaca mata. Anak-anak datang dengan rasa ingin tahu, bukan dengan pengetahuan keselamatan. Mereka bermain dengan alam, sementara alam tak pernah benar-benar bisa diajak kompromi. Namun hari ini, pantai yang sama justru mengajukan pertanyaan sunyi.

Wisata yang baik bukan hanya mendatangkan orang, tetapi juga melindungi mereka. Bukan hanya mengundang, tetapi memastikan setiap yang datang bisa pulang.

Pantai Cemara Abudenok di Umatoos hari ini mengajarkan satu hal yang mahal: keindahan tanpa keselamatan hanyalah ilusi. Dan satu nyawa yang hilang terlalu berharga jika hanya diganti dengan spanduk promosi dan seremoni berikutnya.**//